Pagelaran Wayang Kulit, Rektor Universitas Semarang Ingatkan Komitmen Terhadap Unggulnya USM

InShot_20250623_204207376
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Rektor Universitas Semarang (USM), Dr. Supari, S.T., M.T., mengatakan bahwa menjaga dan harus tetap memiliki komitmen untuk mempertahankan unggulnya USM merupakan wujud kongkrit terhadap pedoman pada kebaikan bersama. Selain itu juga harus saling mengingatkan dalam kebenaran dan jangan lupa, bersabar.

Hal itu dikatakan Suapri saat hadir dalam Pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon Wahyu Makutoromo, di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, Jl. Soekarno-Hatta pada 19 Juni 2025 lalu.

Diketahui bahwa, pagelaran wayang kulit dalam rangka Dies Natalis Ke-38 USM itu menghadirkan dalang dari Kudus, Ki Dr. Ir. H. Sunardi, MPi., M.H..

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Pembina Alumni Undip Prof. Sudharto P Hadi, MES., PhD., Anggota Pembina Yayasan Alumni Undip Ir. IPU, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, S.E., M.M., Senat Prof. Dr. Hardani Widhiastuti, M.M., Psikolog, Direktur Pascasarjana USM Prof. Dr Indarto, S.E., MSi., dan Kapodi Magister Hukum USM Dr. Drs. Adv. Kukuh, SA., BA., S.Sos., S.H., M.H., M.M.,

Baca Juga:  Dorong Literasi Gizi, Siti Atikoh: Kita Harus Jadi Konsumen Cerdas

Menurut Rektor Wahyu Makutoromo adalah konsep filosofis dan spiritual yang menekankan pentingnya kebijaksanaan, budi pekerti, dan kepemimpinan yang sempurna.

Dalam Hasta Brata, ada delapan prinsip kepemimpinan sosial yang meniru filosofi atau sifat alam semesta dan keselarasan di dalamnya.

Baca Juga:  Pascasarjana Universitas Semarang Gelar Pengenalan Akademik Mahasiswa

Pemimpin agar dapat mengelola alam semesta dengan baik, memiliki tanggung jawab sosial, dan mampu mengambil keputusan yang bijaksana.

Pemimpin yang memiliki Wahyu Makutoromo mampu menginternalisasi 8 sifat alam seperti matahari (cahaya), peduli pada kehidupan, selalu menerangi dan mencerahkan.

Bulan (tenang), memberi keteduhan, mencipta ketenangan bintang (inspirasi), memberi inspirasi untk terus berkarya dan berkontribusi mendung (kemampuan beradaptasi), peka, menyesuaikan apa yang sedang terjadi.

Selain itu sifat alam lain adalah bumi (stabilitas), tahan gangguan/goncangan, tidak kagetan, nggumunan, apalagi nesunan, samudra (kekuatan), kuat memberi maupun menerima apapun yg ada api (semangat), tidak kenal mengeluh/putus asa.

Baca Juga:  Tim Tenis Meja Universitas Semarang Raih Juara di Airlangga Open Series VII 2025

Menumbuhkan harapan ke depan lebih dan makin baik. angin (fleksibilitas) yakni peka thd keadaan sekitarnya, meskipun tidak ditampakkan/tidak ditunjukkan.

”Ngelmu iku kelakoni kanthi laku. Pemimpin iku, ora mung ngerti ning kudu ngerteni. Ora mung duwe ngelmu ning kudu dadi perilaku,” kata Wahyu.

Dia mengatakan, tiap unsur Hasta Brata mengartikan karakteristik ideal dari seorang pemimpin. Ilmu Hasta Brata berasal dari kitab Hindu berbahasa Sansekerta “Manawa Dharma Sastra”.

”Dalam kitab itu disebutkan, tindakan seorang pemimpin mencerminkan karakter para dewa. Konon, pemimpin yang menguasai ilmu Hasta Brata ini akan mampu melakukan internalisasi diri ke dalam delapan sifat agung tersebut’,” ungkapnya.***(bgy)