Warga Bumiputra Indonesia (WBI) JATENG Meminta Semua Pihak Jaga Kondusifitas Polemik Parkir Pasar Semarang

InShot_20250624_193123544
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Di tengah sorotan publik terhadap proses seleksi pengelolaan lahan parkir di sejumlah pasar tradisional Kota Semarang, Rozikin Subastian BD yang saat ini dipercaya sebagian Ketua DPD WBI Jawa tengah oleh Jendral TNI ( purn) AM HENDROPRIYONO selaku Ketua Umum DPP WBI angkat bicara dan menyerukan pentingnya menjaga stabilitas serta keharmonisan di tengah masa transisi kepemimpinan daerah.

Rozikin Subastian BD yang akrab disapa Mas BD itu juga menyayangkan polemik yang muncul pasca diumumkannya pemenang seleksi pengelolaan parkir beberapa waktu lalu.

Mas BD yang juga selaku pendiri dan sekaligus pembina Paguyuban Putra Daerah (PAPDA) Kota Semarang itu menekankan pentingnya mengutamakan suasana kondusif, terlebih saat ini Semarang tengah berada dalam babak baru kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin.

Baca Juga:  Kunjungi Dua Perusahaan, Nana: Perusahaannya Sehat dan Berikan Perhatian kepada Karyawan

“Kami tentu memahami situasi yang terjadi. Namun alangkah baiknya semua pihak mengedepankan suasana damai dan tertib,” kata Mas BD saat dihubungi wartawan, Selasa, 24 Juni 2025 sore.

“Apalagi sekarang ada Wali Kota baru yang berkomitmen menjadikan Semarang lebih hebat,” imbuhnya.

Mas BD yang juga selaku Pendiri PAM SWAKARSA HEBAT kota Semarang menyoroti bahwa pengelolaan parkir di area publik seperti Pasar Johar Utara memerlukan landasan hukum yang kuat agar tidak menimbulkan konflik berulang.

Mas BD merekomendasikan agar penyelenggaraan parkir dilakukan oleh badan usaha resmi, seperti CV atau PT, guna menjaga transparansi serta optimalisasi pendapatan daerah.

“Selama pengelolaan tidak berbadan hukum, konflik seperti ini akan terus berulang. Jika menggunakan CV atau PT, sistem retribusi yang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa lebih tertata dan akuntabel,” jelasnya.

Baca Juga:  Manager Tim Sepak Bola DPD Jateng Optimis Bisa Raih Juara di Liga Kampung Soekarno Cup 2025

“Terkait dengan hal tersebut, saya yang juga sebagai asli putra daerah Semarang merasa ikut terpanggil,” lanjut dia.

Dia juga melihat langkah Wali Kota Semarang dan Wakil Wali Kota Semarang saat ini tengah fokus menata regulasi daerah agar tidak menimbulkan celah hukum maupun persoalan etik, terutama setelah sebelumnya Pemerintah Kota Semarang menjadi perhatian publik akibat kasus gratifikasi yang menyeret pejabat tinggi.

“Kami melihat pemerintah kota sekarang sedang berhati-hati menyusun kebijakan, supaya tidak mengulang persoalan hukum seperti yang dulu disorot oleh KPK,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kejagung Lakukan Penggeledahan dan Penyitaan Aset terkait Kasus Perkara Impor Gula

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan iklim yang damai dan produktif, serta menyelesaikan perbedaan dengan dialog terbuka.

“Mari kita jaga bersama kondusifitas kota ini. Jika ada masalah, kita bisa duduk bersama dan menyelesaikannya dengan kepala dingin. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Mas BD atau Rozikin Subastian dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia merupakan pendiri Paguyuban Putera Daerah (PAPDA) Kota Semarang, pendiri Pendiri PAM SWAKARSA HEBAT kota Semarang, serta Ketua DPD Warga Bumi Putra Indonesia (WBI) Provinsi Jawa Tengah.

Tak hanya itu, Mas BD juga sebagai pengurus FKSB, Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu dan Pengurus POKDARKANTIBMAS RESTABES SEMARANG.***