Mahasiswa USM Gandeng Warga Gemah Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Budi Daya Maggot

InShot_20250626_161724091
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Sampah organik, yang seringkali jadi masalah di banyak daerah, kini berpotensi jadi berkah ekonomi bagi warga RT 05/RW 04, Kelurahan Gemah, Pedurungan, Kota Semarang.

Inovasi ini digagas oleh mahasiswa KKN MBKM Universitas Semarang lewat workshop budi daya maggot yang disambut antusias masyarakat pada 21 Juni 2025.

Kegiatan ini enggak cuma bertujuan mengurangi volume sampah organik, tapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan ekonomi lokal.

Maggot, larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF), dikenal efektif mengurai sampah organik dan punya nilai jual tinggi sebagai pakan ternak atau bahan baku pupuk.

Kehadiran mahasiswa USM ini disambut hangat seluruh warga RT 05/RW 04.

Agus Purwanto, Ketua RT 05/RW 04, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Kami seluruh warga RT 05 RW 04 ini menerima baik kehadiran adik-adik mahasiswa dari USM yang berkenan untuk melaksanakan KKN di wilayah kami. Kami terbuka untuk memberikan bantuan apa yang dibutuhkan, kami siap,” ujar Agus.

Baca Juga:  Relawan Alas Roban, Gandeng Masyarakat Menangkan Ahmad Luthfi - Taj Yasin Menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng

Dia berharap, KKN ini dapat memberikan kontribusi positif bagi warga dan wilayah sekitar.

Senada dengan itu, Cahyo Putro Bimo Aji S.STP, Sekretaris Kelurahan Gemah, menyampaikan apresiasinya.

“Saya memposisikan diri saya hadir di sini juga sudah ingin belajar, sudah ingin tahu karena saya belajar tentang ini juga belum pernah, terus apalagi mempraktikkan seperti pengaruh sampah,” kata Cahyo.

“Semoga maggot ini untuk pengolahan sampah ini bisa berumur panjang dan bisa membawa manfaat yang besar buat warga RW 04, bahkan mungkin satu kelurahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PKK RT 05/RW 04, Linggar Wisnu Bayumurti menyampaikan komitmennya.

“Kami mewakili ibu-ibu PKK RT 05 RW 04 mengucapkan selamat datang kepada rekan-rekan KKN Universitas Semarang yang sudah berkenan dan membagi sedikit banyak ilmunya tentang pembudidayaan maggot kepada kami,” ungkap Linggar.

“Kami pasti akan menyampaikan untuk sosialisasi di ibu-ibu PKK di tempat ini, supaya ilmu yang sudah diberikan pasti akan kami lanjutkan teruskan lagi,” lanjutnya.

Baca Juga:  KA Argo Muria Layani Pelanggan di Stasiun Batang Per 15 Agustus 2025, KAI Daop 4 Imbau Masyarakat Perhatikan Jadwal

Dia juga menyoroti potensi ekonomi.

“Pembudidayaan maggot ini nanti hasil akhirnya rupiah bagi kami kalau kami terus konsisten dalam pembudidayaannya,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN USM, Ayang Fitrianti S.S M.I.Kom, mengungkapkan kebanggaannya terhadap mahasiswa.

“Terima kasih banyak untuk warga semua khususnya di RT 05 sudah diterima baik kami dari Universitas Semarang,” ucap Ayang.

“Meskipun saya dan teman-teman dari ilmu komunikasi, tapi saya apresiasi teman-teman KKN ini mahasiswa karena mencari tahu apa kebutuhan dari warga di sini dan akhirnya terciptalah workshop ini, pemberdayaan masyarakat dalam budidaya maggot untuk pengelolaan sampah organik dan peningkatan ekonomi lokal bagi kelurahan Gemah,” jelasnya.

Dia berharap, program ini tidak berhenti di sini dan dapat berlanjut dalam kolaborasi yang lebih luas.

Sementara itu, Budiyono, Ketua RW 04, juga menekankan pentingnya keberlanjutan.

“Semoga KKN ini bisa berkelanjutan, bisa bermanfaat untuk warga RT 05. Namun, jika ini terus-menerus ditinggal tanpa monitoring, nanti akhirnya kita berhenti lagi,” kata Budiyono.

Baca Juga:  Komitmen Dalam Menangani Persoalan Stunting, Wali Kota Semarang Luncurkan Inovasi Program KELUARGA CEMARA

“Mohon nanti adik-adik mahasiswa mungkin sesekali dipantau bagaimana perkembangannya, mungkin kalau perlu apa-apa kami siap membantu,” harapnya.

Materi pemberdayaan budi daya maggot dipaparkan Ketua KKN, Achmad Yudhistira Mutho’a. Dia menjelaskan potensi maggot bagi lingkungan dan ekonomi.

Sesi ini dilanjutkan dengan praktik langsung budi daya maggot yang dipandu oleh praktisi Eddy Hissamuddin, seorang dosen dari UMS.

Warga aktif bertanya dan mencoba langsung, menunjukkan minat besar untuk menerapkan ilmu ini.

Dia mengatakan, workshop budi daya maggot di Kelurahan Gemah diharapkan menjadi langkah awal bagi warga untuk mengelola sampah organik secara mandiri.

Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi sumber pendapatan baru. Inisiatif mahasiswa USM tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga kemandirian ekonomi bagi masyarakat.***(bgy)