Bersama Kelompok Tani Maju Mapan, Wali Kota Semarang Manfaatkan Lahan Kosong Tanam Singkong dan Ubi Untuk Ciptakan Ketahanan Pangan

IMG-20250630-WA0107
Bagikan:

Caption Foto : Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. Bersama Kelompok Tani Maju Mapan Saat Panen Perdana Singkong dan Ubi, Jum’at, 27 Juni 2025. (Foto : Humas Pemkot Semarang)

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. bersama kelompok Tani Maju Mapan memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami singkong dan ubi, sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Dirinya mengaku, memilih singkong dan ubi sebagai uji coba program ketahanan pangan sebagai pengganti nasi, karena proses penanaman dan perawatannya yang mudah.

Baca Juga:  Fisabilainy Ikza, Mahasiswa Akuntansi USM Raih Juara I Olimpiade Sains Bahasa Arab Nasional

“Kami pilih ubi dan singkong sebagai pendamping beras, karena masa tanamnya yang pendek sekitar 3 sampai 6 bulan saja,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu, beberapa waktu lalu.

Selain itu, menurut Agustina, singkong dan ubi juga dapat ditanam pada lahan yang tidak terlampau besar, sehingga masih mungkin diterapkan di beberapa wilayah di Kota Semarang.

“Ini ada lahan tidak terpakai sekitar 1000 meter, akan kami tanami singkong dan ubi, pengelolaannya mudah dan murah, juga bisa menggunakan lahan terbatas,” jelasnya.

Awal tanam dilakukan pada 21 Januari dan dilakukan panen pertama pada Jum’at, 27 Juni 2025 lalu.

Baca Juga:  Kaum Muda Katolik Diminta Gaungkan Semangat Pancasila dan Dialog Lintas Iman

Walaupun hasilnya kurang maksimal, namun upaya ini dapat menjadi langkah awal program ketahanan pangan.

“Satu batang singkong ini bisa dapat 10 kilo. Tapi menurut analisa ahli pertanian tanahnya kurang subur. Kita akan tanam lagi, mungkin Agustus bisa panen lagi lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Shoti’ah turut mendukung kegiatan tersebut sebagai upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan-lahan kosong serta peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Shoti’ah.

Baca Juga:  Mbak Ita Minta Penanganan Longsor di Sendangmulyo Dilakukan Detail dan Komprehensif

Menurut Shoti’ah, penanaman ubi jalar dan ubi kayu atau singkong, adalah bagian dari upaya pengembangan pangan lokal sebagai makanan pengganti beras.

“Ubi jalar merupakan bahan makanan dengan kadar karbohidrat yang cukup tinggi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai makanan mengganti beras,” pungkasnya.

Terlebih, perawatan singkong dan ubi, cocok bagi petani pemula yang ingin belajar pertanian, utamanya pada wilayah perkotaan, karena perawatannya yang mudah.

“Menanam ubi cenderung sangat mudah dan sederhana, tidak mudah terserang hama dan tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa panen,” imbuhnya.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang