Wali Kota Semarang Dorong Kebangkitan Pasar Tradisional dan UMKM

InShot_20250713_010001960
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi modern dan keberlangsungan pasar tradisional serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. dalam kunjungan dan dialog bersama para pedagang di Pasar Jatingaleh, Kamis, 10 Juli 2025.

“Kita menjadi saksi bahwa Pemkot Semarang berusaha mati-matian menyelamatkan proses perdagangan tradisional dan UMKM, meski di saat yang sama kita juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Baca Juga:  Dinas Pendidikan Kota Semarang Buka Gelombang 2 SPMB TK dan SD

Ia mengakui, persaingan antara sektor modern dan tradisional semakin sengit, karena keduanya menyasar pasar yang sama, yakni warga Kota Semarang.

Melihat kondisi ini, menurutnya perlu ada inisiatif strategis agar pedagang pasar dan pelaku UMKM bisa bertahan dan tetap menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi.

Salah satu langkah nyata adalah memperkuat kerja sama antara dinas-dinas yang selama ini disebut-sebut ego sektoral.

Wali Kota menyanggah tudingan tersebut dan justru menekankan pentingnya kolaborasi antara instansi seperti Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, DPMPTSP, hingga Satpol PP dan Dinas Perhubungan dalam mendukung kegiatan ekonomi lokal.

Baca Juga:  Tim PkM USM Beri Pendampingan Pengelolaan Laporan Keuangan Berbasis Aplikasi

“Kalau ada event Dinas Perdagangan, otomatis Satpol PP dan UMKM juga turun tangan. Tidak ada yang berjalan sendiri,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyoroti kondisi Pasar Jatingaleh yang dinilai menurun aktivitasnya dibandingkan masa lalu.

“Salah satu penyebabnya adalah akses jalan yang buruk,” ucapnya.

Ia pun meminta Pj Sekda Kota Semarang sekaligus Kepala Bappeda Budi Prakosa, untuk segera merancang pembangunan jembatan penghubung guna memudahkan akses ke pasar tersebut.

“DED-nya (Detail Engineering Design) saya minta rampung akhir tahun ini. Tahun depan dibangun,” tegasnya.

Wali Kota juga menyampaikan komitmennya untuk hadir di tengah rakyat, bahkan mengaku hanya tidur tiga jam karena semalam berdiskusi hingga dini hari soal kemacetan Mangkang.

Baca Juga:  Terus Bergerak, PLN UIP JBT Tuntaskan Lagi Dua Proyek Baru

Ia mengatakan jika waktunya sepenuhnya adalah milik warga Kota Semarang.

“Saya bersyukur keluarga saya mengerti. Karena jadi wali kota itu artinya 24 jam waktu saya milik warga,” katanya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Menutup sambutannya, Agustina menyampaikan terima kasih kepada para pendukung, sahabat, dan warga yang hadir.

Agustina berjanji terus bergerak menyusuri tiap jengkal Kota Semarang untuk memastikan semua lini mendapat perhatian pemerintah.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang