Angkat Potensi Pangan Lokal, Pemerintah Kota Semarang Sukses Gelar Lomba Masak Pangan Non Beras

InShot_20250819_071116656
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar lomba masak pangan non beras di halaman Balaikota Semarang, pada Minggu, 17 Agustus 2025 usai upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Diketahui bahwa, sebanyak 51 tim dari Dharma Wanita Persatuan Unit OPD Pemkot Semarang turut berpartisipasi, menghadirkan menu utama, snack, hingga minuman khas berbasis resep Mustikarasa.

“Eh, meriah, seru, ya namanya hari ulang tahun ya kita bergembira ria. Setiap orang dianggap sama, biasanya anak-anak disuruh ikut lomba. Tapi fun lah, seru. Ya, di luar kekhidmatan ya, upacaranya khidmat, terus setelah upacara ada keriuhan yang menyenangkan,” kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng P.

Baca Juga:  Pengerukan Kali Sringin Hampir Tuntas, Genuk Sari Diharapkan Bebas Genangan

Agustina juga menekankan bahwa kenyang tidak harus nasi. Menurutnya, pengolahan pangan lokal dengan kreativitas dapat menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Kalau masyarakat mau mengolah bahan pangan sekitar dengan kreatif, sebenarnya kita bisa mandiri. Diversifikasi pangan bukan hanya persoalan kesehatan, tapi juga bisa menjadi sumber ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ramadan Penuh Makna, Dosen dan Staf UNISSULA Semarang Gelar Silaturrahmi 

Semangat inovatif peserta tercermin dari kreasi tim Kelurahan Panggung Kidul, Semarang Utara. Mereka menghadirkan Lontong Sukun dan Buntil Lembayung Isi Ikan Nila dan Jantung Pisang.

Salah satu anggota tim, Asih, menyebut kreasinya muncul secara spontan.

“Latihan cuma semalam, langsung eksekusi hari ini. Idenya muncul karena kami ingin pakai bahan yang benar-benar lokal, tanpa beras dan terigu,” ujar Asih.

Baca Juga:  7 Mahasiswa FTIK USM Jadi Bagian Tim Pengembang Blockchain Internasional

Menurut Asih, sebagian bahan dibeli, namun daun lembayung dan jantung pisang dipetik dari sekitar kelurahan. Ia menambahkan, menang atau kalah tidak menjadi masalah.

“Kita seru-seruan membuat masakan hasil inovasi sendiri,” ujar perempuan yang juga menjalankan usaha katering itu.

Melalui lomba ini, Pemkot Semarang berharap lahir inspirasi nyata untuk memperkuat branding kota sebagai daerah yang kaya bahan pangan bergizi serta membuka peluang usaha berbasis pangan lokal.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang