Pemerintah Kota Semarang Raih Peringkat Pertama dan Sabet Penghargaan Terbaik GM-DTGI 2025
YOGYAKARTA, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meraih penghargaan “Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index Award (GM-DTGI) 2025” sebagai pemerintah kota terbaik pertama dalam kategori kabupaten/kota se-Indonesia.
Diketahui bahwa, penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang diselenggarakan di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, MM, FEB, UGM, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis, 18 September 2025.
Berdasarkan data GM-DTGI 2025, Pemerintah Kota Semarang menempati peringkat pertama (1.) , untuk posisi 2. Kota Bandung dan posisi 3. Kota Surabaya.
Untuk peringkat ke empat (4.) Yogyakarta, 5. Pekalongan, 6. Makassar, 7. Kota Banda Aceh, 8. Kota Denpasar, 9. Kota Pekanbaru, Kota Depok, dan posisi ke 10. Kota Singkawang.
Untuk tingkat kabupaten, Banyuwangi di peringkat pertama (1.), dan posisi 2. Kabupaten Sukoharjo, posisi ketiga (3.) ditempati Kabupaten Badung, diikuti Kabupaten Sleman di peringkat keempat.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa daerah atau kabupaten/kota menerapkan transformasi digital pemerintahan dengan baik.
Diketahui bahwa, GM-DTGI merupakan indeks yang dikembangkan oleh Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada untuk mengukur kesiapan dan implementasi tata kelola transformasi digital di tingkat pemerintah daerah kabupaten dan kota tingkat Nasional.
Penilaian GM-DTGI 2025 melibatkan evaluasi terhadap 429 pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Selain kategori nasional, penghargaan juga diberikan kepada pemerintah daerah terbaik di setiap provinsi, mencakup daerah-daerah dari Aceh hingga Papua.
Ketua Peneliti GM-DTGI, Prof. Syaiful Ali mengatakan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan tujuh pilar utama yang mencakup 50 indikator penilaian.
“Ketujuh pilar tersebut meliputi tata kelola dan kepemimpinan, keamanan siber dan privasi, desain platform berpusat pada pengguna, peraturan dan kebijakan, reformasi administrasi publik dan manajemen perubahan, tata kelola data, serta ekosistem digital,” kata Prof. Syaiful saat memberikan sambutan.
Prestasi luar biasa dari Kota Semarang menunjukkan hasil optimalisasi layanan publik melalui transformasi digital yang dilakukan.
Berdasarkan data GM-DTGI 2024, strategi yang paling banyak diimplementasikan adalah dalam bidang regulasi dan kebijakan, sementara keamanan siber dan privasi masih menjadi area yang perlu ditingkatkan.
Penghargaan ini sejalan dengan visi Indonesia Digital 2045 dan upaya pemerintah pusat untuk mendorong transformasi digital di tingkat daerah.
Sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam peluncuran GM-DTGI sebelumnya, indeks ini berfungsi sebagai alat bantu bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi inisiatif transformasi digital mereka.
Capaian Kota Semarang sebagai peringkat Pertama Nasional kategori kota ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik digital dan memperkuat ekosistem digital di Indonesia.
