KKN-T 36 UNDIP Dorong Ketahanan Pangan Lokal Lewat Edukasi Pemanfaatan Pupuk Slurry di Desa Tangkisan

IMG-20260206-WA0043
Bagikan:

PURWOREJO (Harianterkini.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 36 Universitas Diponegoro (UNDIP) terus berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan masyarakat desa.

Melalui program edukasi pemanfaatan pupuk slurry, mahasiswa KKN-T dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP mendorong optimalisasi limbah ternak sebagai solusi pertanian berkelanjutan di Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan pada Minggu (1/2/2026) dan Rabu (4/2/2026) dengan menyasar pertemuan rutin kelompok Dasa Wisma (Dawis) Alamanda dan Bayam.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan slurry sebagai pupuk organik sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan konsep dasar slurry, jenis-jenisnya, serta manfaatnya bagi pertanian dan efisiensi ekonomi rumah tangga. Masyarakat diajak menanam berbagai jenis sayur dan buah secara mandiri guna memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Rayakan Imlek Tahun Kuda Api, ARTOTEL Suites Bianti Suguhkan Feast of Fortune

“Upaya peningkatan ketahanan pangan masyarakat dapat dilakukan melalui penanaman sayur dan buah secara mandiri serta pengelolaan ternak rumah tangga. Dengan begitu, kebutuhan pangan keluarga dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Amalia Nur Buananingrum, salah satu perwakilan mahasiswa KKN-T Tim 36, baru-baru ini.

Selain itu, mahasiswa memperkenalkan slurry sebagai alternatif pupuk kimia yang lebih ramah lingkungan.

Tazkia Afifah Amatullah menjelaskan bahwa slurry merupakan sisa hasil fermentasi kotoran ternak dari proses pengolahan biogas.

“Slurry terdiri dari dua jenis, yaitu slurry cair dan slurry padat. Keduanya mengandung nutrisi yang sangat baik bagi pertumbuhan tanaman, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik,” jelasnya.

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus Badko LPQ Kota Semarang, Komitmen Baru untuk Pendidikan Al-Qur’an

Pemanfaatan slurry dinilai memiliki potensi besar di Desa Tangkisan yang memiliki sumber limbah ternak melimpah.

Naufal Zuhdi Nur Arifin menambahkan, slurry hasil olahan digester biogas lebih ekonomis dibandingkan pupuk kimia karena berasal dari sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Selain meningkatkan kesuburan tanah karena kandungan bahan organik dan unsur haranya, slurry juga lebih ramah lingkungan. Berbeda dengan pupuk kimia yang jika digunakan terus-menerus berpotensi menurunkan kualitas tanah dalam jangka panjang,” ujarnya.

Kegiatan edukasi ini menjadi tahap awal dari rangkaian program kerja KKN-T Tim 36 UNDIP, khususnya pemanfaatan slurry sebagai pupuk organik untuk penanaman sayur rumah tangga.

Program tersebut dirancang sebagai upaya pendukung pemenuhan gizi seimbang dan penguatan ketahanan pangan lokal melalui optimalisasi sumber daya desa.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Resmikan Empat Seksi Ruas Jalan Tol Sigli-Banda Aceh

Salah satu warga Desa Tangkisan, Nisa, mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilakukan mahasiswa KKN-T. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi masyarakat.

“Penyampaian materinya sudah cukup baik sehingga masyarakat jadi lebih tahu tentang pemanfaatan slurry. Namun, untuk realisasi penggunaannya memang belum maksimal karena masih terasa asing bagi sebagian warga.

Harapannya ke depan, pupuk slurry bisa digunakan secara lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-T Tim 36 UNDIP berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan slurry sebagai pupuk organik yang ekonomis dan berkelanjutan.

Dengan pendampingan dan program lanjutan yang direncanakan, pemanfaatan slurry diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dari aspek ekonomi, kelestarian lingkungan, maupun pemenuhan gizi keluarga di Desa Tangkisan. (Bintang)