Pemerintah Kota Semarang Siapkan Operasi Pasar Kecil untuk Jaga Harga Sembako di Bulan Ramadhan

InShot_20260219_183916480
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memastikan kondisi inflasi masih dalam kategori stabil meski terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan.

“Kita punya sistem alat pemantauan harga. Ya stabil, tapi terus kita pantau,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu, Selasa, 17 Februari 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, Pemkot Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan menggelar operasi pasar.

Namun, operasi yang dilakukan bukan dalam skala besar, melainkan intervensi kecil yang menyasar langsung titik-titik perdagangan.

Baca Juga:  PLN UIP JBT Raih Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026

“Direncanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar. Bukan operasi pasar besar, tapi operasi pasar kecil-kecil yang mengintervensi pasar dan spot-spot perdagangan,” jelasnya.

Agustina juga berpesan kepada para pedagang agar tetap menjaga kewajaran harga.

Menurutnya, kenaikan harga yang terlalu tinggi berpotensi memicu inflasi berkepanjangan yang justru merugikan semua pihak.

“Jualan ya boleh saja jualan. Tapi kita harus memahami bahwa kalau kenaikan harga terlalu tinggi itu akan menimbulkan inflasi. Kalau inflasi dalam kurun waktu yang sangat panjang itu juga akan membuat ekonomi rontok. Kalau ekonomi rontok enggak ada orang punya uang, yang jualan juga enggak laku,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Optimalkan Momentum Idul Adha untuk Berbagi kepada Sesama

Terkait usulan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai penggratisan layanan transportasi BRT dan air bersih Perumda Air Minum (PDAM) sebagai upaya menekan inflasi, Agustina menyebut kebijakan tersebut bisa diterapkan jika inflasi sudah menyentuh angka tertentu.

“Saya kira seperti tahun yang lalu, signifikan untuk menekan inflasi. Jika inflasi sudah mencapai angka tertentu memang akan dilakukan. Tapi ini sekarang kan masih kita pantau,” katanya.

Baca Juga:  Semarang Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026, Fokus pada Kebersihan Masjid dan Penguatan Wisata

Selain inflasi, Agustina juga menyinggung alokasi anggaran penanganan banjir dan lingkungan.

Dirinya menyebut total anggaran untuk sektor lingkungan dan banjir mencapai Rp 500 miliar, sementara anggaran infrastruktur secara keseluruhan sebesar Rp1,6 triliun.

“Yang lingkungan dan banjir itu Rp500 miliar. Infrastruktur-nya Rp1,6 triliun,” tandasnya.

Pemkot Semarang berharap dengan langkah antisipatif tersebut, stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir berjalan optimal.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang