Gerak Cepat, Disperkim Kota Semarang Evakuasi Pohon Tumbang

InShot_20260221_210807715
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat menangani dampak yang terjadi akibat hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah di Kota Semarang, pada Rabu, 18 Februari 2026. Cuaca ekstrem ini menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik yang sempat berujung pada terhambatnya arus lalu lintas.

Berdasarkan laporan yang diterima, insiden pohon tumbang terjadi di sejumlah lokasi, antara lain di depan RSUD KRMT Wongsonegoro, Jalan Suratmo samping BNI, depan Posko PMK Induk yang bahkan mengenai kendaraan yang terparkir, serta menimpa rumah warga di Tambak Boyo.

Baca Juga:  Penuh Kemeriahan, Gumaya Tower Hotel Semarang Sukses Gelar Pesta Perayaan Tahun Baru 2025

Cuaca buruk tersebut juga mengakibatkan baliho di Kebonharjo roboh dan atap dapur SPPG di Mangkang Kulon terangkat akibat terpaan angin kencang.

Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang bersama perangkat daerah terkait, penanganan langsung dilakukan dengan mengevakuasi pohon tumbang serta membersihkan material yang menutup akses jalan.

Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga dan memulihkan kondisi di lapangan agar aktivitas masyarakat khususnya pengguna jalan kembali normal.

Respons cepat ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.

Baca Juga:  Tim PkM USM Beri Pelatihan Buat Konten Kreatif Lewat CapCut Kepada Siswa SMA Sint Louis Semarang

Pemerintah Kota Semarang juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, khususnya kawasan dengan pepohonan besar dan area yang sebelumnya tercatat memiliki kerentanan saat terjadi hujan lebat dan angin kencang.

“Kami telah melakukan sosialisasi melalui media sosial agar masyarakat tidak parkir maupun berteduh di bawah pohon saat hujan lebat dan angin kencang,” kata Murni Ediati, Kepala Disperkim Kota Semarang.

Baca Juga:  COP28 Dubai Dibuka, Dirut PLN Paparkan Inovasi dan Ajak Kolaborasi Global Untuk Capai NZE Nasional 2060

“Selain itu, sebagai langkah mitigasi, dalam beberapa bulan terakhir, Disperkim telah merapikan dan memangkas pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang, khususnya di kawasan dengan intensitas aktivitas masyarakat tinggi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, masyarakat dapat berperan aktif dengan menyampaikan laporan apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.

“Laporan bisa disampaikan melalui Lapor Semar, surat aduan kepada Pemkot Semarang melalui Wali Kota maupun Disperkim, atau melalui media sosial resmi Disperkim agar dapat segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.***

Sumber : Humas Pemkot Semarang