Pemerintah Kota Semarang Lakukan Penanganan Darurat Pascabanjir di Tugu dan Ngaliyan

InShot_20260516_235446289
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Tugu dan Ngaliyan pada Jumat, 15 Mei 2026 malam.

Penanganan darurat difokuskan pada pembersihan lumpur di jalur Silayur serta pencarian seorang warga lanjut usia yang dilaporkan hanyut akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan seluruh organisasi perangkat daerah terkait telah diterjunkan untuk membantu proses penanganan di lokasi terdampak.

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu Ungaran bagian timur dan kawasan Ngaliyan disebut menjadi penyebab utama meluapnya aliran Kali Silandak dan Kali Plumbon.

“Seluruh jajaran sudah kami instruksikan turun langsung ke lapangan untuk membantu warga dan mempercepat penanganan dampak banjir,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Baca Juga:  FH USM Jalin Kerja Sama dengan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Bali, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Layanan Pemasyarakatan

Berdasarkan data dari Kecamatan Tugu, sedikitnya 313 kepala keluarga di Kelurahan Mangkang Kulon terdampak luapan sungai.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan tanggul di wilayah RT 01 RW 01 jebol sepanjang kurang lebih 40 meter.

Kondisi tersebut turut memicu kekhawatiran warga karena debit air sempat meningkat cukup cepat pada malam hari.

Di tengah situasi itu, seorang warga lansia bernama Ibu Maryam (70) dilaporkan hanyut dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Pemkot Semarang memastikan penanganan tanggul jebol akan segera dilakukan dengan langkah darurat mulai Sabtu, 16 Mei 2026.

Baca Juga:  Hotel Ciputra Semarang Gelar Pelatihan Soft Skill untuk Meningkatkan Potensi Karyawan

Upaya tersebut akan dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melalui pemasangan ribuan karung pasir atau sand bag serta penguatan sementara menggunakan trucuk bambu.

Agustina menegaskan, meski pengelolaan Sungai Plumbon berada di bawah kewenangan BBWS, pemerintah kota tetap mengambil langkah cepat untuk meminimalkan risiko banjir susulan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Penanganan darurat harus segera dilakukan agar masyarakat merasa lebih aman jika hujan kembali turun di wilayah hulu,” tegasnya.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang juga melakukan pembersihan material lumpur tebal yang menutup akses jalan di kawasan Silayur, Ngaliyan.

Jalur tersebut merupakan akses utama penghubung Kota Semarang dengan wilayah Boja sehingga perlu segera dipulihkan agar aktivitas lalu lintas kembali normal.

Baca Juga:  Menang Dalam Pemilihan Ketua Paguyuban Kades Bahurekso, Suyoto Bakal Tingkatkan Sinergitas Dengan Pemkab kendal

Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat dan truk tangki air untuk mempercepat pembukaan jalan yang sempat sulit dilalui kendaraan akibat tumpukan lumpur.

Pemkot Semarang juga terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memetakan daerah rawan luapan air di wilayah Semarang Barat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Agustina mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi peringatan dini dari instansi terkait.

Ia juga meminta warga bersama perangkat kelurahan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan setelah banjir surut.

“Kami akan terus mendampingi warga terdampak sampai kondisi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,” pungkasnya.***