Wali Kota Semarang Siapkan New PM Jadi Magnet Baru Pasar Johar, 912 Pedagang Sudah Mendaftar

InShot_20260617_234018332
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya menghidupkan kembali kawasan Pasar Johar sebagai pusat perdagangan sekaligus ruang aktivitas masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menghadirkan kawasan New PM (New Pasar Maling) di kompleks Pasar Johar.

Saat meninjau langsung kawasan tersebut pada Senin, 15 Juni 2026, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti berharap kehadiran New PM dapat menambah aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan jumlah pengunjung Pasar Johar.

“Ya mudah-mudahan menjadi tambahan pedagang dan keramaian. Saya ingin Pasar Johar ramai dengan berbagai macam kegiatan yang tidak hanya berjualan, tetapi juga ada kegiatan seni, olahraga, dan lain-lain,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Menurutnya, pasar tradisional saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Perubahan pola belanja masyarakat yang semakin banyak beralih ke platform daring menuntut pasar untuk terus beradaptasi.

Baca Juga:  Hujan Berintensitas Tinggi Melanda Semarang, Begini Upaya Wali Kota Semarang Atasi Persoalan Banjir

“Sekarang zamannya online. Banyak yang meninggalkan Pasar Johar karena berjualan secara online. Karena itu pasar harus menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan,” katanya.

Agustina menilai kawasan New PM memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang yang lebih kreatif.

Selain sebagai pusat perdagangan, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan kegiatan seni budaya, pelatihan, hingga menjadi sentra kuliner khas Kota Semarang.

Ia juga mengungkapkan rencana memanfaatkan area kosong di bagian atas bangunan sebagai etalase produk UMKM yang akan diisi secara bergantian oleh para pelaku usaha.

“Yang kosong di ujung sana akan saya jadikan etalase berkala. Bisa gantian setiap minggu. Teman-teman pedagang di sini juga bisa ikut. Pelatihan juga bisa dilakukan di sini, jadi tidak perlu ke hotel,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Semarang juga tengah mengkaji konsep menghadirkan pusat kuliner yang menghimpun berbagai makanan khas Semarang di kawasan New PM.

Baca Juga:  Hari Jadi ke-80 Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono: “Mapan dan Tumbuh” Jadi Spirit Pembangunan Daerah

“Mungkin bisa jadi kumpulan makanan khas Kota Semarang jadi satu. Ini sedang dicari formatnya. Karena pasar itu harus menyesuaikan dengan keinginan pelanggan,” tambah Agustina.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengatakan antusiasme pedagang untuk menempati kawasan New PM cukup tinggi.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 912 pedagang telah mendaftarkan diri.

“Ada 912 pedagang yang mendaftar. Harapan kami New PM ini bisa mengembalikan kejayaan Pasar Maling yang dulu menjadi ikon Kota Semarang,” kata Aniceto.

Ia menjelaskan konsep New PM tetap mempertahankan identitas Pasar Maling yang telah dikenal masyarakat selama puluhan tahun, namun dikemas dengan wajah yang lebih modern dan nyaman.

“New PM itu Pasar Maling model baru. Jadi identitasnya tetap ada, hanya dikembangkan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Pupuk Indonesia Niaga perkuat komitmen anti penyuapan

Menurut Aniceto, tingkat keterisian lapak di kawasan New PM saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen atau sekitar 800 pedagang aktif. Mayoritas pedagang menjual produk fesyen dan kuliner.

“Yang sudah mengisi lebih banyak pakaian dan kuliner campuran. Nanti lantai 2, lantai 3, dan lantai 4 akan kita isi semua,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kunjungan masyarakat, Dinas Perdagangan Kota Semarang akan melakukan evaluasi sekaligus memperkuat strategi promosi.

Upaya tersebut antara lain memastikan harga barang tetap kompetitif serta menghadirkan produk yang memiliki karakter berbeda dibandingkan kawasan perdagangan lainnya di Pasar Johar.

Selain itu, promosi melalui influencer dan media juga akan digencarkan agar masyarakat semakin mengenal wajah baru Pasar Johar melalui kehadiran New PM.

“Kita akan menggandeng influencer dan media untuk memperkenalkan bahwa di Pasar Johar sekarang ada hal baru, yaitu New PM,” pungkasnya.***