Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Kenalkan Seni Ukir kepada Anak PAUD Lewat Lomba Mewarnai

InShot_20260618_011226082
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) yang tergabung dalam Kelompok Nawasena menggelar kampanye budaya bertema “Seni Ukir di PAUD Wijaya Kusuma, Sendangmulyo, Semarang”, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk lomba mewarnai motif ukir sebagai upaya mengenalkan budaya seni ukir kepada anak-anak sejak usia dini.

Kelompok Nawasena terdiri atas Aditya Pratama selaku ketua, bersama Rara Aditya, Anggita Claudyasari, Felisa Eka Nazarina, Nicola Rexy Arja Tritama, Intan Pavita, dan Zephanya Chrismarry.

Baca Juga:  Merajut Kebersamaan, Ferry Wawan Cahyono Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa di Kebumen

Ketua Kelompok Nawasena, Aditya Pratama, mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari anak-anak PAUD yang mengikuti lomba dengan penuh semangat dan keceriaan.

“Kegiatan ini bertujuan mengenalkan budaya seni ukir sejak usia dini melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan. Anak-anak diajak mengenal beragam motif ukiran tradisional Indonesia sekaligus mengekspresikan kreativitas mereka melalui kegiatan mewarnai,” ujarnya, belum lama ini.

Baca Juga:  Jangan Khawatir Minyak Langka, Berikut Jadwal Operasi Pasar Minyakkita di Pekanbaru

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan piala kepada para pemenang lomba atas kreativitas dan hasil karya yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung.

Aditya berharap kampanye budaya tersebut mampu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini sekaligus menjadi media pembelajaran yang kreatif di lingkungan pendidikan anak usia dini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya memandang ukiran sebagai hiasan atau koleksi museum, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi seni dan kebanggaan daerah yang harus dijaga serta dilestarikan,” katanya.

Baca Juga:  Sosialisasi Program MBG di Serang: Membangun Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas

Selain mengenalkan motif-motif ukiran tradisional, program tersebut juga dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan kreativitas yang menjadi bagian penting dalam proses berkarya seni ukir.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan cara mewarnai gambar ukiran sehingga dapat menghasilkan karya seni yang bernilai dan membangun kreativitas mereka sejak usia dini,” pungkasnya.***(bgy)