Sedekah Bumi dan Kirab Budaya 1 Suro di Mojo Ringinarum Meriah, Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi

IMG-20260625-WA0035
Bagikan:

KENDAL (Harianterkini.id) – Pemerintah Desa Mojo, Kecamatan Ringinarum, menggelar tradisi Sedekah Bumi dan Kirab Budaya dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai 1 Suro.

Dalam tradisi tersebut, warga mengarak gunungan berisi berbagai hasil pertanian dan tanaman pangan keliling desa. Setelah prosesi kirab selesai, gunungan diperebutkan masyarakat yang meyakini hasil bumi tersebut membawa keberkahan dan limpahan rezeki.

Kepala Desa Mojo, Nur Khalis, mengatakan kirab budaya merupakan warisan leluhur yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat. Kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun saat memasuki Tahun Baru Islam.

Baca Juga:  Tiga Hari Masa Liburan Nataru, 79 ribu Penumpang Tiba di Daop 4 Semarang

“Kirab budaya ini merupakan tradisi turun-temurun yang terus kami jaga. Alhamdulillah, tahun ini kegiatan berjalan dengan baik dengan menampilkan berbagai kesenian budaya. Insyaallah pada tahun kedua nanti akan kembali digelar pagelaran wayang kulit,” ujar Nur Khalis.

Ia menambahkan, terselenggaranya kirab budaya tidak lepas dari dukungan Pemerintah Desa dan semangat gotong royong masyarakat Desa Mojo.

Baca Juga:  PLN Siap Listriki 780 Ribu Rumah Tangga Lewat Program Lisdes 2025–2029 di RUPTL Baru

Antusiasme warga, lanjutnya, sangat tinggi. Selain mengikuti prosesi kirab, masyarakat juga membawa berbagai hidangan dari rumah masing-masing untuk disantap bersama pada puncak acara.

“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Mereka membawa makanan sambil mengikuti kirab, kemudian makanan tersebut disisihkan untuk dimakan bersama pada puncak acara,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kendal, Hj Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi masyarakat Desa Mojo yang tetap menjaga tradisi dan budaya Jawa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Baca Juga:  KAI Daop 1 Catat, Lebih dari 37 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta Hari Ini

Menurut Bupati, tradisi seperti Sedekah Bumi dan Kirab Budaya perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas serta kekayaan budaya masyarakat Jawa.

“Budaya merupakan tanggung jawab bersama agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” tuturnya. *(eko)*