Merti Desa Pamriyan ke-3 Digelar, Bupati Kendal Harap Membawa Keberkahan bagi Masyarakat

IMG-20260628-WA0000
Bagikan:

KENDAL (Harianterkini.id) – Pemerintah Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, menggelar Merti Desa Napak Tilas Culture Festival ke-3 yang diawali dengan kegiatan istigasah dan doa bersama di Lapangan Sepak Bola Gelora Tangkas, Desa Pamriyan, Jumat (26/6/2026).

Doa bersama dipimpin oleh KH Adib Anas Noor dan didampingi Gus Arjun. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Camat Gemuh Kartini, Pengasuh Ponpes Kecikan Gus Ulil Ansor, Pengasuh Ponpes Huswatul Qur’an, Romo Sindu dari Besalen Sanggar Wirobuono, serta Empu Rinto dari Besalen Galangwesi.

Baca Juga:  SCU Semarang Siap Gelar Wisuda Periode II 2025, Hadirkan Momen Spesial dan Wisudawan Berprestasi Nasional

Dalam sambutannya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berharap rangkaian istigasah dan doa bersama tersebut dapat membawa keberkahan bagi Kabupaten Kendal, khususnya masyarakat Desa Pamriyan.

“Semoga Merti Desa yang ketiga ini membawa keberkahan dan apa yang menjadi harapan masyarakat Desa Pamriyan dapat terwujud. Kami juga berharap sektor pertanian semakin maju, hasil panennya melimpah, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Dyah.

Baca Juga:  1.054 Mahasiswa PPDS UNDIP Ikuti Pendidikan Karakter Berbasis ESQ bersama Ary Ginanjar

Sementara itu, Kepala Desa Pamriyan Taufik Rizal menjelaskan, Merti Desa Napak Tilas Culture Festival merupakan agenda tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga.

Menurutnya, selain istigasah dan doa bersama, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan kirab pusaka Kyai Tunggul yang diarak mengelilingi wilayah Desa Pamriyan sebagai bagian dari tradisi pelestarian budaya dan penghormatan terhadap sejarah desa.

Baca Juga:  109 Ribu Penumpang Gunakan KA dari Stasiun Wilayah Kota Semarang Selama 8 Hari Masa Angkutan Nataru

“Ini sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat Desa Pamriyan. Setelah doa bersama, akan dilaksanakan prosesi kirab pusaka Kyai Tunggul mengelilingi desa sebagai simbol pelestarian budaya sekaligus doa agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran,” kata Taufik Rizal.

Merti Desa Napak Tilas Culture Festival tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat serta melestarikan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. (eko)