Warga Wonodri Sulap Taman DheDhe Jadi Lahan Urban Farming Cabai

InShot_20260812_105216809
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Suasana berbeda terlihat di Taman DheDhe, RT 04 RW II, Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Minggu (9/8/2026).

Ratusan bibit cabai dari berbagai jenis ditanam secara serentak oleh warga sebagai langkah nyata menghidupkan kembali fungsi lahan lingkungan melalui program urban farming.

Penanaman tersebut menjadi tindak lanjut dari kesepakatan warga untuk mengembangkan Taman DheDhe yang sebelumnya dikenal sebagai taman edukasi dan kesehatan.

Dengan semangat gotong royong, lahan yang memiliki panjang sekitar 60 meter dan lebar 3 meter itu kini mulai dimanfaatkan untuk budidaya tanaman yang memiliki nilai ekonomi.

Cabai dipilih sebagai salah satu tanaman utama karena dinilai memiliki peluang ekonomi sekaligus relatif mudah dibudidayakan di lingkungan permukiman.

Meski demikian, warga tetap mempertahankan tanaman obat keluarga (toga) yang sebelumnya sudah menjadi bagian dari Taman DheDhe.

Ketua RT 04 Noor Aini mengatakan, perubahan fungsi taman menjadi lahan urban farming merupakan hasil kesepakatan warga.

Baca Juga:  KAI Daop 1 Jakarta Tegaskan Rekrutmen Resmi Gratis, Waspadai Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

Gagasan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Semarang, khususnya Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

“Warga bersepakat menanam cabai karena dinilai lebih memiliki nilai ekonomi, meski kami juga masih mempertahankan tanaman toga di Taman DheDhe,” ujar Noor Aini.

Sebelum penanaman dilakukan, warga terlebih dahulu mendapatkan penyuluhan mengenai teknik budidaya cabai. Pembekalan tersebut diberikan agar warga memahami cara memperlakukan bibit, mulai dari proses penanaman hingga perawatan.

Dengan adanya pendampingan itu, proses penanaman berlangsung lebih terarah. Warga juga diharapkan mampu merawat tanaman secara mandiri sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil.

Menurut Noor Aini, dukungan pemerintah membuat gagasan sederhana dari lingkungan RT tersebut dapat segera diwujudkan.

Setelah mendapatkan respons positif dari Wali Kota Semarang, warga kemudian berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan hingga Dinas Pertanian Kota Semarang.

Dukungan pun datang dalam bentuk penyediaan media tanam, pupuk hingga bibit cabai.

Baca Juga:  Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Kenalkan Seni Ukir kepada Anak PAUD Lewat Lomba Mewarnai

Pemerintah tidak hanya membantu dari sisi sarana, tetapi juga memberikan pendampingan agar program urban farming benar-benar dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Shotiah mengatakan, pihaknya mendukung penuh inisiatif warga tersebut karena sejalan dengan program urban farming yang terus didorong Pemerintah Kota Semarang.

“Kami sepenuhnya mendukung program urban farming karena sesuai dengan visi dan misi Wali Kota Semarang,” kata Shotiah.

Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah tidak berhenti pada pemberian bantuan. Dinas Pertanian juga turun langsung dalam proses penanaman sekaligus memberikan penyuluhan kepada warga mengenai teknik budidaya cabai.

Sementara itu, Camat Semarang Selatan Sunardi menilai kreativitas warga dalam memanfaatkan lahan lingkungan perlu terus didukung.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membuat lingkungan menjadi lebih produktif, tetapi juga dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“Kami akan bantu fasilitasi apa pun yang dibutuhkan warga, termasuk penyuluhan serta sarana dan prasarana yang diperlukan,” ujar Sunardi.

Baca Juga:  KAI Daop 4 Layani 222 Ribu Pelanggan KA Selama Long Weekend Libur Isra Miraj dan Cuti Bersama Imlek

Ia mengatakan, Pemerintah Kecamatan Semarang Selatan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mengembangkan berbagai kegiatan produktif.

Tidak hanya urban farming, tetapi juga program lain yang memiliki manfaat ekonomi, sosial maupun pemberdayaan masyarakat.

Sunardi mengajak warga yang memiliki gagasan untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan lurah setempat.

Selanjutnya, pemerintah kecamatan akan membantu memfasilitasi kebutuhan program tersebut sesuai kewenangan dan potensi yang ada.

“Silakan koordinasi dengan lurah setempat yang nanti akan berkoordinasi dengan kami. Tidak hanya urban farming, tetapi juga di berbagai bidang dan industri kreatif lain, Pemkot Semarang siap memfasilitasi,” pungkasnya.

Bagi warga RT 04 RW II Wonodri, deretan bibit cabai yang kini menghiasi Taman DheDhe bukan sekadar tanaman.

Di balik aktivitas menanam tersebut, tersimpan harapan agar lahan lingkungan mampu menjadi ruang produktif, mempererat gotong royong warga, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari lingkungan tempat tinggal sendiri.***