Universitas Semarang dan Duta Besar KBRI Kuala Lumpur Jalin Kerja Sama

InShot_20250912_231931927
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) dan Duta Besar KBRI Kuala Lumpur menandatangi surat perjanjian kerja sama di Kantor Duta Besar KBRI Kuala Lumpur, Malaysia pada 9 September 2025 lalu.

Naskah perjanjian kerja sama ditandatangani Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T., yang diwakili Kepala Satuan International Office USM, Faisal Yusuf, BA, M.M., M.BA., didampingi Kepala Satuan Humas USM Dr. Wyati Saddewisasi, S.E., M.Si..

Baca Juga:  Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan Paket 'Roam Haji' dan 'Tri IBADAH' untuk Kemudahan Ibadah Haji dan Umrah

Kepala Perwakilan RI Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhammad Firdaus, S.P., M.Si. mengatakan tujuan penandatanganan PKS untuk menjaga sustainabilitas Pengajar di Sanggar Bimbingan.

”Saat ini ada sekitar 2.400 siswa yang merupakan anak dari pekerja migran Indonesia yang mendapatkan pendidikan di 76 sanggar bimbingan yang tersebar di Semenanjung Malaysia,” katanya.

Baca Juga:  Kajati Made Temui Wali Kota Gibran, Kejati Jateng Kawal Pembangunan Masjid Sriwedari dan Proyek Strategis di Solo

“Pembelajaran dilakukan dengan sumberdaya yang terbatas baik berupa bantuan dari Kantor Perwakilan RI di Kuala Lumpur dan bantuan dari masyarakat setempat,” jelasnya.

Menurutnya, kendala yang dihadapi saat ini, dengan semakin banyaknya anak PMI yang mengikuti pembelajaran di SB adalah keterbatasan tenaga pengajar yang kompeten.

”Selama ini dipenuhi dari kegiatan KKN mahasiswa berbagai universitas dari Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kejurda Karate Jateng 2023 di Kebumen, Ferry Wawan Cahyono Dorong Semangat Atlet untuk Bersaing di Daerah dan Nasional

Sementara itu, Faisal Yusuf menyampaikan terima kasih kepada KBRI Kuala Lumpur yang memberikan fasilitas dan kesempatan kepada USM untuk meningkatkan kompetensi pendidikan melalui MoU.

Peluang dan kerja sama internasional ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin.

”Hal ini sangat penting agar USM ke depan nantinya dapat menjadi universitas yang berprestasi memasuki pasar global,” tutur Faisal.***(bgy)