UNDIP Mantapkan Langkah Go Global, Double Degree Paris-Saclay Siap Direalisasikan

WhatsApp Image 2026-07-08 at 12.03.00
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) selangkah lebih dekat merealisasikan program **double degree** jenjang magister dengan Université Paris-Saclay**, Prancis. Kepastian itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UNDIP dan Institut de Développement et des Hautes Études de Paris (IDHEP)** dalam lawatan Wakil Rektor IV UNDIP, Wijayanto, PhD, ke Prancis pada 1–4 Juli 2026.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis UNDIP dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus membuka akses pendidikan dan riset bagi dosen maupun mahasiswa ke salah satu universitas terbaik di Eropa.

Wijayanto menjelaskan, IDHEP akan berperan sebagai institusi penghubung antara UNDIP dan Université Paris-Saclay karena telah memiliki kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Prancis.

“Posisi IDHEP menjadi penting sebagai penghubung karena memiliki koneksi luas, tidak hanya dengan Paris-Saclay tetapi juga Universitas Sorbonne dan sejumlah kampus besar lainnya di Prancis,” ujar Wijayanto.

Baca Juga:  Ketua NPCI Senny Marbun Terima Kasih Dukungan dan Pengawalan Jaksa Agung Persiapan Tim Indonesia Paralympics Paris 2024

Selama berada di Paris, Wijayanto menggelar dua kali pertemuan dengan Presiden IDHEP, Prof. Ali Smida, yakni pada 1 Juli dan 4 Juli 2026. Pertemuan terakhir menghasilkan penandatanganan MoU yang menjadi dasar pengembangan program double degree magister antara UNDIP dan Université Paris-Saclay melalui fasilitasi IDHEP.

Selain agenda di Paris, Wijayanto juga menghadiri Joint Working Group di Angers pada 1–4 Juli 2026. Forum tersebut mempertemukan berbagai perguruan tinggi Prancis, termasuk Université Paris-Saclay dan Universitas Angers, untuk membahas peluang kolaborasi pendidikan tinggi dan riset.

Dalam kesempatan itu, Wijayanto bertemu Wakil Presiden Université Paris-Saclay, Rachid Benaccer. Menurutnya, pihak Paris-Saclay telah menyampaikan persetujuan secara lisan untuk melanjutkan komunikasi dalam rangka membangun kerja sama akademik dengan UNDIP.

Baca Juga:  Monitoring Ramadan-Idulfitri 2026, BPH Migas Pastikan Pasokan Energi di Tarakan Aman

Lawatan tersebut juga mendapat dukungan dari Direktur Riset LPDP yang hadir dalam forum Joint Working Group. Dukungan itu diharapkan dapat memperkuat implementasi program double degree yang tengah disiapkan UNDIP.

Ruang lingkup kerja sama UNDIP dan IDHEP tidak hanya mencakup program gelar ganda. Kedua institusi juga sepakat menjalin kolaborasi di bidang pelatihan, konsultasi, penelitian, pertukaran dosen dan peneliti, program magang, penyelenggaraan lokakarya internasional, summer course, hingga pembimbingan bersama tesis magister dan disertasi doktoral.

IDHEP sendiri memiliki jejaring dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Prancis, di antaranya UVSQ–Université Paris-Saclay, Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Sorbonne Paris Nord, serta berbagai institusi pendidikan tinggi lainnya. Jejaring tersebut membuka peluang bagi UNDIP untuk memperluas kemitraan akademik di masa mendatang.

Baca Juga:  JNE Raih Indonesia Most Trusted Companies Award 2024, Menjadi Pemimpin Layanan Pengiriman Terpercaya

Melalui program double degree ini, sivitas akademika UNDIP akan memiliki kesempatan menempuh pendidikan magister di UNDIP dan Université Paris-Saclay secara terpadu sehingga memperoleh pengalaman akademik internasional sekaligus memperluas akses terhadap ekosistem riset global.

Sebagai tahap awal, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNDIP melalui Departemen dan Program Studi Ilmu Ekonomi akan mengirimkan dosen untuk mengikuti program magister tersebut mulai tahun 2026.

Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi UNDIP untuk meningkatkan mobilitas akademik, memperkuat kolaborasi riset global, serta memperluas akses pendidikan tinggi bertaraf internasional bagi sivitas akademika.