Dua Bocah Diduga Tenggelam di Irigasi Singomerto Banjarnegara, Tim SAR Lakukan Pencarian

InShot_20260716_092420883
Bagikan:

BANJARNEGARA, (Harianterkini.id) – Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua anak yang diduga tenggelam di saluran Irigasi Singomerto, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (16/7/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang melalui Pos SAR Wonosobo telah memberangkatkan satu tim rescue untuk membantu proses pencarian kedua korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, membenarkan pihaknya menerima laporan terkait peristiwa tersebut dan langsung mengirimkan personel ke lokasi kejadian.

“Benar, kami menerima informasi bahwa kemarin sore ada dua bocah yang diduga tenggelam di saluran Irigasi Singomerto Kalibenda dan saat ini sudah kami berangkatkan satu tim untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono.

Baca Juga:  Warga Silayur Semarang Akan Hidupkan Kembali Tradisi Sedekah Bumi dan Wayang Kulit untuk Tolak Bala

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebelumnya, sekitar pukul 16.30 WIB, seorang saksi bernama Sahid (40) masih melihat kedua korban, yakni Muhammad Fadli Al Fayad (10), warga Dusun Bantarsari RT 02/RW 02, Desa Kalibenda, dan Zafran (12), warga RT 01/RW 02, Desa Kalibenda, sedang bermain di sekitar saluran Irigasi Singomerto.

Namun sekitar pukul 17.00 WIB, saksi tidak lagi melihat keberadaan kedua bocah tersebut di sekitar bawah Jembatan Kalibenda.

Baca Juga:  Universitas Semarang Siap Kerja Sama Dengan BBPI Kota Semarang

Keduanya diduga terpeleset hingga tercebur ke saluran irigasi dengan kedalaman sekitar 1,5 meter dan kemudian tenggelam.

Usai kejadian, warga sekitar sempat melakukan pencarian secara mandiri. Namun derasnya kondisi air yang keruh membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga malam hari.

“Warga sekitar sudah berupaya melakukan pencarian secara mandiri sesaat setelah kejadian. Namun karena cukup dalam dan airnya juga cukup keruh, hingga malam kedua korban belum ditemukan. Akhirnya warga melaporkan kejadian ini kepada kami,” kata Budiono.

Saat ini Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran irigasi serta lokasi-lokasi yang diperkirakan menjadi titik korban tenggelam.

Baca Juga:  Buka Suara, Ridwan Kamil Kecam Kasus Bos Ajak Karyawan Tidur Bareng

Selain penyisiran di permukaan, tim juga melakukan penyelaman pada titik-titik yang memiliki kedalaman lebih untuk memastikan keberadaan korban.

Budiono mengatakan kondisi cuaca pada hari pencarian cukup mendukung. Selain cuaca cerah, arus air di saluran irigasi juga telah berhenti setelah pintu air ditutup.

“Hari ini cuaca cerah dan arus juga sudah tidak ada karena kemarin pintu air irigasi sudah ditutup. Semoga kedua korban bisa segera ditemukan tim,” pungkasnya.***