Tim PkM USM Latih Pemetaan Potensi Industri Kreatif Berbasis Partisipatif di Laweyan Surakarta

InShot_20260727_230347262
Bagikan:

SURAKARTA, (Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan pemetaan potensi industri kreatif berbasis participatory mapping di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut melibatkan perangkat kelurahan serta pelaku usaha industri kreatif sebagai peserta utama.

Ketua Tim PkM USM, Imam Rofi’i, S.T., M.T., mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi industri kreatif di wilayahnya sekaligus mendorong keterlibatan aktif warga dalam proses pemetaan berbasis komunitas.

Menurutnya, pendekatan participatory mapping menjadi metode yang efektif untuk menggali potensi lokal secara lebih menyeluruh karena masyarakat merupakan pihak yang paling memahami kondisi wilayahnya.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Resmikan Gedung PCNU untuk Dukung Penguatan Peran NU

“Masyarakat adalah pihak yang paling memahami kondisi wilayahnya. Dengan melibatkan mereka secara langsung, data yang dihasilkan akan lebih akurat dan kontekstual,” ujar Imam.

Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi konsep industri kreatif, pelatihan teknik pemetaan partisipatif, hingga praktik langsung di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengidentifikasi berbagai jenis usaha kreatif yang berkembang di wilayah Laweyan, seperti sektor kerajinan, kuliner, hingga berbagai jasa kreatif lainnya.

Baca Juga:  Rasakan Atmosfer Ramadan yang Hangat di Oaktree Emerald Hotel Semarang dengan Promo Iftar Dinner

Selain melakukan pemetaan, tim PkM USM juga mendampingi peserta dalam proses pengolahan data hasil identifikasi di lapangan.

Data tersebut selanjutnya disusun menjadi basis data (database) potensi industri kreatif yang akan menjadi bahan penyusunan buku profil wilayah.

Imam menjelaskan, buku profil tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu referensi dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pada potensi masyarakat.

“Kami juga melakukan pendampingan dalam proses pengolahan data hasil pemetaan. Data tersebut kemudian disusun menjadi database potensi industri kreatif serta direncanakan untuk dikembangkan menjadi buku profil wilayah yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi lokal,” jelasnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Ilkom USM Gelar Aksi "Green Comunication" di MA Al Wathoniyyah Semarang, Upayakan Pencegahan Banjir Sejak Dini

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap masyarakat di Kecamatan Laweyan, khususnya Kelurahan Laweyan dan Kelurahan Sondakan, memiliki data potensi industri kreatif yang lebih lengkap, terstruktur, dan mudah dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat tersebut merupakan wujud nyata kontribusi Universitas Semarang dalam mendukung pembangunan berbasis partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat sektor industri kreatif sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.***(bgy)