Antisipasi Musim Kemarau, Pemerintah Kota Semarang Siapkan 900 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Rawan Kekeringan
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Musim kemarau yang mulai berlangsung membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan krisis air bersih.
Berbagai langkah antisipatif pun telah disiapkan, mulai dari penyediaan cadangan air bersih, distribusi melalui armada tangki, hingga memastikan pasokan air irigasi bagi lahan pertanian tetap terjaga.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah terus diperkuat agar masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak tetap memperoleh akses air bersih selama musim kemarau.
Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, terdapat sejumlah wilayah yang menjadi prioritas penanganan karena memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap kekeringan.
Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Rowosari dan Mangunharjo di Kecamatan Tembalang, Kelurahan Jabungan di Kecamatan Banyumanik, Kelurahan Cepoko di Kecamatan Gunungpati, Kelurahan Wonosari di Kecamatan Ngaliyan, serta Kecamatan Genuk yang juga masuk dalam pemantauan khusus.
“Mayoritas wilayah rawan ini berada di area perbukitan yang minim sumber mata air serta belum sepenuhnya terjangkau jaringan PDAM. Pemkot Semarang melalui BPBD telah menyiagakan cadangan logistik air bersih sebanyak 900.000 liter yang diproyeksikan aman hingga akhir tahun,” ujar Agustina, Sabtu (25/7).
Sebagai bentuk kesiapan di lapangan, Pemkot Semarang juga telah menyiapkan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih secara berkala ke wilayah yang membutuhkan.
Hingga saat ini, sebanyak 48.000 liter air bersih atau setara delapan truk tangki telah disalurkan ke sejumlah titik, di antaranya Kelurahan Kalipancur, Perumahan Permata Tembalang, Griya Permata Permai, Perumahan Lestari Indah, Kelurahan Bulusan, serta Kantor BPBD Kota Semarang.
Menurut Agustina, koordinasi antara BPBD, Perumda Air Minum Tirta Moedal, serta jajaran kecamatan dan kelurahan terus diperkuat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi kekurangan air di suatu wilayah.
“Kami memastikan sinergi lintas sektor antara BPBD, PDAM, hingga jajaran kewilayahan berjalan responsif. Jika ada wilayah yang mulai mengalami keterbatasan air, warga dapat melapor melalui pengurus RT/RW agar pengiriman bantuan armada tangki bisa segera kami jadwalkan,” tegasnya.
Tak hanya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Pemkot Semarang juga memberikan perhatian terhadap sektor pertanian.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), pemerintah terus menjaga kondisi bendung, saluran irigasi, dan sumber-sumber air agar pasokan untuk lahan pertanian tetap tersedia selama musim kemarau.
Agustina menjelaskan, sistem irigasi di Kota Semarang lebih banyak bergantung pada bendung sungai dibandingkan embung.
Selain itu, puluhan sendang yang tersebar di kawasan perbukitan hingga kini masih mengalir normal dan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.
“Menghadapi musim kemarau ini pasokan air irigasi masih aman. Saat ini yang dilakukan DPU Kota Semarang untuk menjamin amannya pasokan adalah menjaga bendung dan saluran irigasi dari kebocoran, sampah, serta endapan tanah sehingga aliran berjalan lancar,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Agustina mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air dengan menggunakannya secara hemat dan bijaksana, terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya potensi Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah.
“Karena ada potensi Hari Tanpa Hujan (HTH) dari perkiraan BMKG, saya harap seluruh masyarakat Kota Semarang untuk tetap menggunakan air secara bijak dan efisien,” pungkasnya.***
