Semarakkan Jalan Sehat Muktiharjo Kidul, Wali Kota Semarang Pastikan Bantuan Rp25 Juta per RT Tepat Manfaat
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kota Semarang, Minggu (2/8) pagi.
Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kegiatan yang semakin meriah dengan kehadiran Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.
Bagi Agustina, momentum peringatan kemerdekaan bukan sekadar ajang olahraga bersama.
Kehadirannya di tengah masyarakat dimanfaatkan untuk menyapa warga secara langsung, mendengarkan aspirasi, sekaligus memastikan berbagai program Pemerintah Kota Semarang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk realisasi bantuan operasional sebesar Rp25 juta untuk setiap RT.
Dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban, Agustina menyampaikan rasa syukurnya dapat berkumpul bersama warga Muktiharjo Kidul yang dinilainya memiliki semangat gotong royong dan kebersamaan yang kuat.
“Saya bersyukur bisa hadir di tengah warga Muktiharjo Kidul yang begitu guyub dan antusias. Peringatan kemerdekaan ini menjadi momen berharga untuk mempererat silaturahmi sekaligus memastikan program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Agustina.
Ia menjelaskan, program bantuan operasional Rp25 juta per RT telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menentukan kebutuhan lingkungan masing-masing.
Dana tersebut dimanfaatkan secara fleksibel sesuai hasil musyawarah warga, mulai dari peningkatan keamanan lingkungan melalui perbaikan dan penambahan CCTV, penyelenggaraan berbagai perlombaan HUT RI, hingga kegiatan syukuran dan kebersamaan warga.
Menurut Agustina, penyaluran bantuan tersebut telah menjangkau lebih dari 10 ribu RT dari sekitar 10.500 RT yang ada di Kota Semarang.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan program yang bertujuan memperkuat pembangunan berbasis lingkungan.
“Anggaran tersebut sudah cair dan digunakan warga untuk memperbaiki CCTV, menggelar lomba, hingga tumpengan. Sementara untuk wilayah yang tidak mengajukan, anggarannya dikembalikan ke kas daerah agar dapat dimanfaatkan bagi warga lain yang lebih membutuhkan,” jelasnya.
Selain memantau realisasi bantuan operasional RT, Agustina juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong melalui gerakan peduli lingkungan.
Salah satu upaya yang tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Semarang adalah penyelenggaraan Lomba Taman Obat Keluarga (TOGA) yang akan digelar secara berjenjang di 16 kecamatan pada akhir tahun 2026.
Menurutnya, lomba tersebut tidak hanya menilai kelengkapan tanaman obat yang dimiliki warga, tetapi juga kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil panen TOGA menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sehingga mampu mendukung ketahanan keluarga sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Agustina turut memberikan apresiasi kepada para kader PKK, pengurus RT, serta seluruh warga yang selama ini aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menilai peran masyarakat sangat penting dalam mendukung berbagai program kesehatan dan pelestarian lingkungan yang dijalankan pemerintah.
“Terima kasih kepada ibu-ibu dan seluruh warga yang terus konsisten memantau jentik nyamuk, memilah sampah, serta merawat Taman TOGA. Mari kita terus jaga lingkungan agar tetap sehat, hijau, dan rukun,” pungkasnya.
Melalui kegiatan jalan sehat yang berlangsung meriah tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui olahraga bersama, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta memastikan berbagai program pembangunan di tingkat lingkungan berjalan secara nyata dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Kota Semarang.***
