Sambut MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Perkuat Kesiapsiagaan Satlinmas Lewat Jambore 2026
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memperkuat kesiapsiagaan aparatur perlindungan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Jambore Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Harda Walika, Kecamatan Gunungpati, Sabtu (1/8).
Kegiatan yang diikuti anggota Satlinmas dari seluruh kecamatan di Kota Semarang itu menjadi ajang peningkatan kapasitas personel melalui berbagai pelatihan, simulasi, serta penguatan disiplin dan solidaritas.
Selain mengasah kemampuan teknis, jambore juga menjadi momentum mempererat sinergi antaranggota dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.
Pesan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti disampaikan oleh Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, saat membuka kegiatan.
Menurutnya, keberadaan Satlinmas memiliki posisi strategis karena menjadi ujung tombak dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap kondisi di sekitarnya.
“Keamanan bukan hanya soal tidak adanya gangguan, melainkan situasi saat anak-anak dapat bermain dengan tenang, pelaku usaha bekerja dengan nyaman, dan wisatawan merasa terlindungi,” ujar Iswar saat membacakan pesan Wali Kota Semarang.
“Di situlah tumbuh kepercayaan terhadap kota kita,” imbuhnya.
Ia menegaskan, Satlinmas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menjadi perekat kehidupan sosial masyarakat.
Kehadiran mereka di tingkat RT dan RW dinilai mampu menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga ketenteraman lingkungan.
Menurut Iswar, penguatan peran Satlinmas turut menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan Kota Semarang meraih predikat sebagai kota dengan tingkat toleransi terbaik ketiga di Indonesia berdasarkan Indeks Kota Toleran yang dirilis Setara Institute.
Konsistensi personel Satlinmas di lapangan dinilai berkontribusi dalam merawat kerukunan masyarakat yang hidup di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
Selain menjaga stabilitas keamanan sehari-hari, kesiapsiagaan Satlinmas juga akan memiliki peran penting menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2026 yang akan digelar di Kota Semarang.
Ajang berskala nasional tersebut diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta, ofisial, dan tamu dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Para tamu tentu akan mengingat kemegahan acaranya, tetapi yang bertahan lama dalam ingatan adalah keramahan masyarakat, kebersihan lingkungan, dan rasa aman. Satlinmas menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tamu membawa pulang kesan terbaik tentang Semarang,” lanjutnya.
Tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, Jambore Satlinmas 2026 juga dirangkai dengan kegiatan penanaman pohon melalui Gerakan Indonesia Asri.
Aksi tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menciptakan ruang hidup yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap anggota Satlinmas semakin siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari pengamanan kegiatan masyarakat, penanganan situasi darurat, hingga mendukung berbagai agenda strategis pemerintah daerah.
Di akhir sambutannya, Iswar Aminuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satlinmas yang selama ini telah mengabdikan diri menjaga keamanan dan ketenteraman di wilayah masing-masing.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama jambore dapat terus menjadi modal dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Terima kasih atas dedikasi kawan-kawan Satlinmas. Semoga semangat kebersamaan melalui latihan dan simulasi ini terus menjadi energi untuk menjaga Kota Semarang tetap aman, hijau, ramah, dan semakin dipercaya sebagai tujuan investasi maupun penyelenggaraan agenda nasional,” pungkasnya.***
