Tim PkM USM Latih Siswa SMAN 4 Semarang Kuasai Dasar Pemrograman Mikrokontroler dan IoT

InShot_20260806_001510869
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Semarang (USM) terus mendorong peningkatan literasi teknologi digital di kalangan pelajar.

Melalui pelatihan bertajuk “Dasar Pemrograman Mikrokontroler dan Aplikasinya untuk Internet of Things (IoT)”, puluhan siswa SMAN 4 Semarang diajak mengenal sekaligus mempraktikkan teknologi mikrokontroler yang kini menjadi fondasi berbagai perangkat pintar.

Kegiatan yang berlangsung pada 29 Juli 2026 di Laboratorium Komputer SMAN 4 Semarang itu diikuti 30 siswa dari kelas X, XI, dan XII.

Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus pengalaman praktik dalam pemrograman mikrokontroler sebagai teknologi utama yang mendukung perkembangan Internet of Things (IoT).

Tim PkM USM yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas La Ode Muhammad Idris, S.T., M.T., Dr. Ir. Andi Kurniawan Nugroho, S.T., M.T., IPM., Sri Heranurweni, S.T., M.T., serta Budiani Destyningtyas, S.T., M.Eng.

Ketua tim, Dr. Ir. Andi Kurniawan Nugroho, S.T., M.T., IPM., mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya USM dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada generasi muda agar lebih siap menghadapi perkembangan era digital.

Baca Juga:  Hevearita Gunaryanti Rahayu Apresiasi Bakti Sosial Klenteng Tay Kak Sie dalam Perayaan King Hoo Ping 2024

Menurutnya, mikrokontroler saat ini telah menjadi komponen penting dalam berbagai sistem cerdas yang diterapkan di sektor industri, pertanian, kesehatan, hingga perangkat elektronik yang terhubung melalui internet.

“Melalui kegiatan ini, kami berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada siswa mengenai perkembangan teknologi mikrokontroler yang kini menjadi fondasi berbagai sistem cerdas di berbagai bidang,” ujarnya.

Pelatihan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta mengenai konsep dasar Internet of Things dan pemrograman mikrokontroler.

Selanjutnya, siswa memperoleh materi mengenai pengertian mikrokontroler sebagai sebuah komputer berukuran kecil yang terintegrasi dalam satu chip, lengkap dengan prosesor, memori, serta antarmuka input dan output yang mampu mengendalikan berbagai perangkat elektronik secara otomatis.

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai contoh penerapan mikrokontroler dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari robotika, sistem kontrol industri, perangkat IoT, alat kesehatan, hingga berbagai peralatan rumah tangga modern.

Memasuki sesi praktik, para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis board mikrokontroler yang banyak digunakan dalam pengembangan sistem IoT, seperti Arduino Uno, ESP32 DevKit, STM32 Blue Pill, Arduino Mega, ESP32 S3 DevKit, dan STM32 Nucleo.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Alokasikan Rp 700 Miliar di APBD Tahun 2026 untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup

“Kami menjelaskan tahapan pemrograman mikrokontroler mulai dari pemilihan perangkat yang sesuai kebutuhan, penggunaan Arduino IDE sebagai lingkungan pengembangan, instalasi board ESP32, hingga teknik penulisan program menggunakan bahasa C/C++,” jelas Andi.

Dalam praktiknya, peserta belajar membuat program sederhana menggunakan Arduino IDE untuk mengendalikan lampu LED melalui pin GPIO pada mikrokontroler ESP32.

Setelah memahami pengendalian output, siswa melanjutkan praktik membaca input dari push button, melakukan serial debugging melalui Serial Monitor, serta mempelajari penggunaan variabel dan konstanta agar program menjadi lebih terstruktur.

“Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat melihat secara langsung hubungan antara perangkat lunak yang mereka buat dengan perilaku perangkat keras yang dikendalikan oleh mikrokontroler,” tuturnya.

Selama pelatihan berlangsung, suasana belajar tampak interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga mencoba berbagai modifikasi sederhana terhadap program yang telah dipelajari.

Baca Juga:  Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 Hadir dengan Wajah Baru, Angkat Tema Budaya dan Toleransi

Menurut Andi, pendekatan pembelajaran berbasis praktik memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam memahami bagaimana sebuah sistem Internet of Things dibangun, mulai dari proses pemrograman hingga implementasinya pada perangkat elektronik.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal awal bagi siswa SMAN 4 Semarang dalam memahami teknologi mikrokontroler dan Internet of Things sehingga mampu mengikuti perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

“Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi, baik dalam pembelajaran di sekolah maupun melalui berbagai kompetisi dan proyek teknologi di masa mendatang,” katanya.

Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, USM berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan kompetensi generasi muda di bidang teknologi digital.***(bgy)