Kirana Putri dari SMA Negeri 7 Semarang Juarai Lomba Video Interaktif Lawphoria 2026 FH USM
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Kirana Putri Faiza, siswi SMA Negeri 7 Semarang, berhasil meraih Juara I Lomba Video Interaktif dalam ajang Lawphoria 2026 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Semarang (USM). Puncak acara digelar di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, Kamis (30/7/2026).
Posisi Juara II diraih pasangan Zahra Emira Yasmin dan Sabhira Syahda Mecca dari SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang, sedangkan Juara III diraih Siti Aisyah dari SMK Negeri 7 Semarang.
Lawphoria 2026 mengusung tema “Penguatan Identitas Budaya di Tengah Arus Globalisasi: Peran Hukum dan Generasi Muda”. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari SMA, SMK, MA sederajat se-Pulau Jawa serta mahasiswa aktif Fakultas Hukum USM.
Selain perlombaan, rangkaian acara juga diisi dengan talkshow yang menghadirkan tiga narasumber, yakni dosen Fakultas Hukum USM Helen Intania Surayda, S.H., M.H., CPL., mahasiswa Fakultas Hukum USM Amelia Virda Cahyantika, serta Putri Kebaya Indonesia, Salsabilla Diana Putri.
Para narasumber mengupas pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya bangsa di tengah derasnya arus globalisasi serta fungsi hukum sebagai instrumen perlindungan budaya.
Ketua Panitia Lawphoria 2026, Khaylila Tikal Bayina, mengatakan kompetisi tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengenal lebih dekat Fakultas Hukum Universitas Semarang.
“Lawphoria 2026 diikuti 10 finalis terbaik dari SMA, SMK, dan MA se-Jawa. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana memperkenalkan Fakultas Hukum USM kepada para pelajar sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berprestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur BEM Fakultas Hukum USM, Rike Descin Tiara, menuturkan tema yang diangkat tahun ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia.
“Melalui tema ini kami ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya melestarikan budaya Indonesia, sekaligus memahami peran hukum sebagai sarana perlindungan terhadap kebudayaan bangsa,” katanya.
Dekan Fakultas Hukum USM, Dr. Amri Panahatan Sihotang, S.H., M.H., mengapresiasi penyelenggaraan Lawphoria 2026 yang mengangkat isu pelestarian budaya dari perspektif hukum.
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Kami berharap generasi muda tidak pernah melupakan budaya bangsa yang telah diwariskan, terutama budaya unggah-ungguh, toleransi, dan gotong royong yang kini mulai memudar. Selain itu, mereka juga harus memahami bahwa hukum memiliki peran penting sebagai alat pelindung kebudayaan. Semoga talkshow dan seluruh rangkaian kegiatan Lawphoria 2026 memberikan manfaat bagi seluruh peserta,” ujar Amri.
Melalui Lawphoria 2026, Fakultas Hukum Universitas Semarang berharap dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya sekaligus memperkuat pemahaman mengenai peran hukum dalam menjaga identitas bangsa di era globalisasi.***(bgy)
