Pendaki 16 Tahun Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet, Tim SAR Bergerak Melakukan Evakuasi

InShot_20260819_071938364
Bagikan:

PEMALANG, (Harianterkini.id) – Suasana pendakian Gunung Slamet berubah menjadi kepanikan setelah seorang pendaki dilaporkan terjatuh ke kawah gunung pada Selasa (18/8/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat korban berada di kawasan bibir kawah Gunung Slamet, yang memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Informasi kejadian diterima Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang. Korban diketahui bernama M. Fahri Maulana (16), warga Sirampog, Kabupaten Brebes.

Berdasarkan informasi awal, korban melakukan pendakian melalui jalur Sawangan.

Korban diduga terpeleset dan jatuh ke arah kawah ketika sedang berfoto di sekitar bibir kawah. Jarak jatuh korban diperkirakan berada sekitar 30 hingga 50 meter dari bibir kawah.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan informasi tersebut pertama kali diterima dari rekan-rekan Basecamp Bosapala Sawangan.

Baca Juga:  Anastasia, Mahasiswa Universitas Semarang Sabet Juara Bintang Radio Tingkat Korwil XI Melaju ke Tingkat Nasional

Setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan personel untuk bergabung dengan tim SAR gabungan guna melakukan pencarian dan evakuasi.

“Siang ini kami menerima informasi dari rekan Basecamp Bosapala Sawangan bahwa telah terjadi satu pendaki yang jatuh di kawah Gunung Slamet atas nama M. Fahri Maulana, 16 tahun, asal Sirampog, Brebes. Saat ini kami telah mengirimkan satu tim bergabung dengan tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi,” ujar Budiono.

Hingga tim SAR bergerak menuju lokasi, kondisi korban belum dapat dipastikan. Hal itu lantaran belum ada personel yang berhasil mencapai titik jatuh korban.

Namun, berdasarkan laporan dari pendaki yang berada di sekitar lokasi dan menyaksikan kejadian tersebut, korban dilaporkan tidak menunjukkan pergerakan setelah terjatuh.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Hadirkan Relaksasi Pajak Daerah, Wujudkan Kebijakan Pro Rakyat

“Kondisi survivor secara pasti belum diketahui, namun berdasarkan laporan yang masuk, tidak ada pergerakan,” lanjut Budiono.

Berpacu dengan Medan dan Kondisi Gunung

Proses evakuasi tidak akan berlangsung mudah. Tim SAR harus menghadapi medan pegunungan dengan kondisi ekstrem serta lokasi korban yang berada di sekitar kawah Gunung Slamet.

Untuk menghadapi medan tersebut, personel membawa sejumlah perlengkapan khusus evakuasi di ketinggian.

Peralatan tersebut dipersiapkan untuk menjangkau lokasi korban yang diperkirakan berada puluhan meter dari bibir kawah.

Selain peralatan evakuasi, tim juga membekali diri dengan breathing apparatus atau tabung oksigen sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya gas beracun di sekitar kawasan kawah.

Kondisi tersebut membuat keselamatan personel menjadi salah satu perhatian utama dalam proses pencarian dan evakuasi.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Tekankan Pengawasan Orang Tua Selama Libur Nataru

Tim harus memastikan setiap langkah dilakukan dengan perhitungan matang agar upaya mengevakuasi korban tidak menimbulkan risiko tambahan bagi petugas.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari sejumlah unsur terkait saat ini telah bergerak menuju lokasi. Mereka diharapkan dapat segera mencapai titik jatuh korban dan mengetahui kondisi korban secara langsung.

Budiono berharap kondisi cuaca di Gunung Slamet mendukung proses operasi sehingga seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan aman dan lancar.

“Saat ini tim telah bergerak ke lokasi. Semoga cuaca bersahabat dan tim diberikan kemudahan, kelancaran, serta keselamatan dalam melakukan evakuasi,” pungkasnya.

Operasi SAR masih berlangsung. Informasi mengenai kondisi korban dan perkembangan proses evakuasi akan disampaikan setelah tim berhasil mencapai lokasi kejadian.***