Progdi S1 Manajemen Raih Penghargaan Terbaik Kedua di Lingkungan USM

InShot_20260819_094100098
Bagikan:

Ket.foto: Perwakilan dari Progdi S1 Manajemen dan Progdi S1 Manajemen FE USM foto bersama ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof. Sudharto P Hadi, MES., Ph.D., Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof Dr. Ir. Kesi Widjajanti, SE., MM.

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Program Studi (Progdi) S1 Manajemen Universitas Semarang (USM) meraih penghargaan sebagai program studi terbaik kedua di lingkungan USM dengan skor 82,94.

Penghargaan tersebut diserahkan Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T. seusai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman kampus USM, Senin (17/8/2026).

Dalam pemeringkatan tersebut, posisi pertama diraih Progdi Ilmu Hukum dengan skor 90,76. Sementara itu, Progdi S1 Akuntansi menempati posisi ketiga dengan skor 80,81.

Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut dipimpin langsung oleh Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T. selaku pembina upacara. Kegiatan dihadiri sejumlah pimpinan USM dan Yayasan Alumni Undip.

Baca Juga:  Setiap Anak Indonesia akan Mendapatkan Asupan Gizi yang Sesuai Standar

Di antaranya Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof. Sudharto P. Hadi, M.E.S., Ph.D., Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, S.E., M.M., Wakil Rektor I USM Prof. Dr. Haslina, M.Si., Wakil Rektor II USM Dr. Abdul Karim, S.E., M.Si., Ak., CA., serta Wakil Rektor III USM Dr. April Firman Daru, M.Kom.

Hadir pula anggota Senat USM Prof. Dr. Hardani Widhiastuti, M.M., Psikolog, dan Direktur Pascasarjana USM Dr. Muhammad Junaidi, S.H.I., M.H.

Selain penghargaan bagi program studi terbaik, USM juga memberikan apresiasi kepada sejumlah sivitas akademika dan mahasiswa yang menorehkan prestasi di berbagai bidang.

Penghargaan diberikan kepada atlet berprestasi di bidang olahraga dan akademik, dosen serta tenaga kependidikan (tendik) dengan masa pengabdian 10 tahun dan 20 tahun, serta dosen pembimbing pengabdian dan penelitian mahasiswa berprestasi.

Rektor USM menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen dan tendik yang selama ini telah memberikan pengabdian dan dedikasi bagi kemajuan universitas.

Baca Juga:  Pemprov Lampung–Kejati Teken PKS Pidana Kerja Sosial

Apresiasi juga diberikan kepada dosen dan mahasiswa yang telah mengharumkan nama USM melalui berbagai prestasi.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, namun bentuk penghormatan atas dedikasi dan sejarah yang mewarnai jati diri USM. Saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas USM, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh elemen pendukung atas kerja keras, inovasi, dan kolaborasi yang telah ditunjukkan selama ini,” kata Supari.

Dalam kesempatan tersebut, Supari juga mengingatkan bahwa transformasi dunia pendidikan saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari.

Perguruan tinggi, menurutnya, tidak cukup hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan, pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga dituntut mampu menghasilkan perubahan serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Pastikan Logistik Pemilu Lancar, Sekda Kendal Tinjau Gudang Logistik KPU

“Sebagai seorang pendidik tidak hanya mendidik, tetapi juga harus menghasilkan perubahan dan menghadirkan solusi nyata,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Supari mengajak seluruh sivitas akademika USM memperkuat komitmen dalam menjalankan lima perilaku utama dalam fungsi perguruan tinggi.

Pertama, perguruan tinggi harus berorientasi pada hasil dan dampak. Kedua, memperkuat riset dan inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata. Ketiga, menjadikan ilmu pengetahuan sebagai solusi sosial dan ekologis.

Selanjutnya, perguruan tinggi juga didorong untuk memperkuat hilirisasi hasil riset demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kelima, seluruh proses tersebut harus disertai evaluasi yang akuntabel dan terbuka.

“Pertama fokus pada hasil dan dampak, kemudian melakukan riset dan inovasi yang menjawab permasalahan nyata. Ketiga menjadikan ilmu pengetahuan sebagai solusi sosial dan ekologis, lalu mendorong hilirisasi riset demi kesejahteraan masyarakat, dan melaksanakan evaluasi yang akuntabel dan terbuka,” pungkasnya.***(bgy)