Dekranasda Kota Semarang Belajar ke Badung, Dorong UMKM Naik Kelas

InShot_20260822_234501788
Bagikan:

BALI, (Harianterkini.id) – Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berkembang terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang.

Salah satunya melalui pembelajaran dan pertukaran pengalaman dengan daerah yang dinilai berhasil mengembangkan sektor kerajinan berbasis masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Plh Ketua Umum Dekranasda Kota Semarang, Vianney Ratna Manikamawi, rombongan Dekranasda Kota Semarang berkesempatan mengunjungi Dekranasda Kabupaten Badung, Bali, untuk mempelajari berbagai strategi pengembangan UMKM, khususnya di bidang kerajinan.

“Kami mempelajari secara mendalam strategi pelaksanaan program pengembangan kerajinan berbasis komunal atau kerakyatan yang telah berjalan sukses di Badung,” ujar Vianney yang akrab disapa Nana, usai kunjungan, akhir pekan lalu.

Menurut Nana, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Dekranasda Kota Semarang memperkuat kapasitas para pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk yang semakin berkualitas sekaligus memiliki daya saing lebih luas.

Langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti untuk terus mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat, termasuk melalui penguatan UMKM.

Baca Juga:  Idul Adha 1447 H di Kendal, Dico Ganinduto Hadir Bersama Istri di Masjid Agung

“Melalui pembelajaran langsung dan bertukar pengalaman dengan Dekranasda Badung, kami ingin UMKM Kota Semarang bisa naik kelas,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, berbagai aspek pengembangan kerajinan menjadi bahan pembelajaran.

Mulai dari pembinaan kualitas produk, penguatan kapasitas perajin, hingga strategi pemasaran dan promosi karya kerajinan.

Dekranasda Kota Semarang juga melihat bagaimana pengembangan kerajinan dapat tetap mengedepankan kearifan lokal.

Konsep tersebut dinilai penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mampu merepresentasikan karakter dan identitas daerah.

“Pengalaman tersebut akan dijadikan acuan dalam menyusun program pembinaan pengrajin di Semarang,” imbuh Nana.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Rasniathi Adi Arnawa menyambut baik kunjungan Dekranasda Kota Semarang.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan sektor kerajinan dan UMKM.

Baca Juga:  Peringati Hari Lingkungan Hidup 2023, PLN UIP JBT Salurkan bantuan 10.000 Pohon ke Pantai Indah Kemangi Kendal

“Kunjungan ini menjadi momentum untuk saling berbagi, saling belajar, dan saling menginspirasi. Semoga diskusi hari ini saling memperkaya wawasan dan membuka jalan kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Ia berharap berbagai pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan UMKM di Kota Semarang.

Selain berdiskusi dengan Dekranasda Kabupaten Badung, rombongan Dekranasda Kota Semarang juga melihat secara langsung workshop atau atelier sepatu buatan tangan milik perajin sekaligus desainer asal Bali, Ni Luh Djelantik.

Atelier tersebut telah memproduksi sepatu perempuan berkualitas tinggi selama sekitar 20 tahun. Produk-produknya bahkan telah memiliki pelanggan dari dalam negeri hingga mancanegara.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Love Anchor Market dan Tropical Life di kawasan Canggu. Kedua pasar bergaya boho-chic tersebut menjadi salah satu referensi menarik karena menghadirkan puluhan gerai yang menawarkan beragam produk, mulai dari perhiasan buatan tangan, pakaian pantai, dekorasi rumah hingga suvenir unik.

Baca Juga:  Menkopolhukam: Akan Ada Komitmen Pemberantasan Perdagangan Manusia Saat KTT ASEAN

Bagi Dekranasda Kota Semarang, kunjungan tersebut tidak sekadar melihat model pengelolaan pasar kreatif, tetapi juga mencari inspirasi untuk pengembangan Toko Orang Semarang (TORANG).

TORANG ke depan diharapkan dapat berkembang menjadi pusat oleh-oleh yang menghadirkan berbagai produk khas Kota Semarang.

Dengan begitu, produk UMKM dan kerajinan lokal tidak hanya memiliki ruang promosi yang lebih kuat, tetapi juga semakin mudah dikenal oleh wisatawan maupun masyarakat dari luar daerah.

Berbagai pengalaman yang diperoleh dari Badung pun diharapkan menjadi bekal bagi Dekranasda Kota Semarang dalam menyusun langkah pengembangan UMKM yang lebih terarah.

Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan mampu membuka semakin banyak peluang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk berkembang, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan melalui produk-produk unggulan daerah.***