Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Melakukan Kunjungan ke Kantor SAR Semarang

InShot_20250620_093841341
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia (RI), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP, melakukan kunjungan kerja (kunker) dan memberikan pengarahan kepada pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Semarang, di Kantor Basarnas, Perumahan Permata Puri, Jl. Bukit Barisan Blok AIV No. 9, Bringin, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 20 Juni 2025.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia (RI), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP, berkunjung didampingi dengan ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta jajaran staff rombongan Basarnas pusat dan Kepala Basarnas Kota Semarang, Budiono.

Kepada wartawan, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia (RI), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, usai melakukan kunjungan mengatakan bahwa Kantor SAR Semarang memiliki kinerja yang sangat baik dan istimewa.

“Alhamdulillah, pada hari ini, saya selalu Kepala Badan SAR Nasional memiliki kesempatan didampingi staff untuk melakukan kunjungan kerja ke kantor SAR yang ada di Semarang. Berawal dari kita tau bahwa kantor SAR-kantor SAR yang ada di jajaran seluruh Indonesia ini sebenernya ada uji kompetensinya,” kata Mohammad Syafii.

Baca Juga:  Tim Bola Basket Universitas Semarang Sukses Bawa Pulang Dua Piala Liga Mahasiswa 2025 di Yogyakarta

“Dari situ sebenernya ada nilai-nilai tersendiri yang di hadapi oleh kantor SAR Semarang sehingga dalam tahun 2025 ini, kantor SAR Semarang mendapatkan predikat sangat bagus dan bahkan masuk kategori istimewa,” imbuhnya.

Mohammad Syafii juga menjelaskan bahwa Kantor SAR Semarang bisa menjadi contoh yang baik bagi kantor-kantor SAR yang lain. Menurutnya, dengan keterbatasan personil, namun Kantor SAR Semarang mampu meningkatkan kinerjanya.

“Sehingga mudah-mudahan ini menjadi bahan masukan bagi kantor SAR-kantor SAR yang lain untuk meningkatkan kinerjanya. Memang pada saat kami datang di sini, pada saat kami melihat, dihadapkan dengan tangung jawab yang di emban oleh kantor SAR Semarang ini sebenernya luar biasa,” jelasnya.

“Kantor SAR yang ada di Semarang membawahi 29 kabupaten/kota dengan jumlah personil sendiri hanya 75 orang. Sehingga kalau tidak memiliki seni kepemimpinan yang baik mungkin akan terbengkalai itu tugas-tugas yang harus di hadapi,” lanjut dia menjelaskan.

Baca Juga:  GIIAS Semarang 2025 Resmi Ditutup, Catat Capaian Positif di Akhir Gelaran

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan itu juga menilai bahwa Kantor SAR Semarang memiliki kemampuan dalam melakukan koordinasi dengan berbagai potensi atau pihak-pihak yang ada di wilayah.

“Dari ujung perbatasan Jawa Barat dan perbatasan Jawa timur, luar biasa, tapi ya saya lihat kemampuan Kakansar dengan potensi-potensi  baik itu dengan pemerintah daerah, dengan TNI, dengan kepolisian, dengan lembaga atau forum-forum komunikasi yang ada di wilayah ini,” ungkapnya.

“Sehingga tugas-tugas yang dilakukan oleh kantor SAR Semarang bisa dilaksanakan dengan baik. Mungkin itu yang sebenernya yang saya lihat dari kantor SAR ini, terlepas dari keterbatasan itu menjadi tantangan ke depan, bahwa kita kedepan ingin mewujudkan badan SAR Nasional ini menjadi badan yang profesional modern dan teruji dan itu bukan sesuatu yang gampang,” jelasnya.

Baca Juga:  Berkas Pasangan Dico-Ali Dinyatakan Lengkap, Bawaslu Bakal Menggelar Musyawarah Tertutup

Pihaknya juga menargetkan bahwa akan selalu konsisten mempertahankan terkait kepercayaan masyarakat kepada Basarnas. Mohammad Syafii juga meminta agar kantor-kantor SAR meningkatkan kinerjanya dengan baik.

“Saat ini target kami adalah, kami ingin tetap mempertahankan kepercayaan masyarakat,  ada salah satu survei bahwa menempatkan Badan SAR Nasional berada dalam urutan ketiga kepercayaan masyarakat, yang pertama kepada presiden, kedua kepada TNI dan ketiga kepada Basarnas, dan sehingga itu semangat kami,” bebernya.

“Kemudian kami kedepan ingin mengembangkan organisasi ini dihadapan tantangan yang dihadapi dengan luas wilayah sama potensi ancaman yang ada hubungannya dengan kedaulatan Ini ternyata makin kompleks dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi badan SAR nasional,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Mohammad Syafii juga menyampaikan bahwa keberadaan 43 kantor SAR yang ada di Indonesia, ini sebenernya bukan milik daerah, tetapi  kepanjangan tangan dari kantor SAR pusat.

“Kami sebenernya melaksanakan tugas kepanjangan tangan dari tugas-tugas pemerintahan,” pungkasnya.***