Dukung MTQ Nasional XXXI, Wali Kota Semarang Perkuat Industri Halal dan TKDN UMKM

InShot_20260824_235918315
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memperkuat ekosistem industri halal dan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan Kota Semarang menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI yang akan berlangsung pada September 2026.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa gelaran MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi momentum keagamaan dan kebudayaan, tetapi juga peluang strategis untuk memperluas pasar produk UMKM lokal.

Menurutnya, pelaku usaha perlu dibekali kepastian standar, kualitas, serta sertifikasi produk agar mampu bersaing dan menjangkau konsumen dari berbagai daerah.

“Pemerintah Kota Semarang berkomitmen penuh mendorong penguatan industri halal dan pemenuhan TKDN bagi pelaku UMKM lokal,” ujar Agustina.

“Langkah ini sangat krusial, terlebih kita akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional, di mana kepastian kualitas dan kehalalan produk menjadi prioritas,” imbuhnya.

Baca Juga:  Rektor Universitas Semarang Teken Kontrak Kinerja Dengan PT Berdampak 2026

Melalui program Waras Ekonomi, Pemkot Semarang telah memfasilitasi penerbitan 100 sertifikat halal untuk pelaku usaha sektor batik, kriya, dan kuliner. Selain itu, sebanyak 50 sertifikat TKDN juga telah difasilitasi bagi 20 UMKM.

Fasilitasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi berbagai standar produk, sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal di tengah terbukanya peluang pasar yang lebih luas.

Proses sertifikasi bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan dilakukan secara bertahap dengan pendampingan Dinas Perindustrian Kota Semarang.

Tahapan tersebut meliputi pendataan, sosialisasi, koordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Tengah, pendampingan pendaftaran dan verifikasi, hingga penyerahan sertifikat serta evaluasi pascasertifikasi.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Arwita Mawarti mengatakan bahwa pemerintah berupaya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan layanan sertifikasi tersebut.

“Mekanismenya sangat ringkas. Pelaku usaha mengajukan permohonan dengan menyiapkan NIB serta dokumen produk, mengikuti pendampingan dan verifikasi, hingga pemeriksaan kehalalan sampai sertifikat diterbitkan,” jelas Arwita, Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga:  Mahasiswa Universitas Semarang Penerima Beasiswa KIP-K Ikuti Character Building di Batalion Infanteri (Yonif) 400 Banteng Riders

Ia menambahkan, pelaku IKM binaan dapat berkoordinasi langsung dengan Dinas Perindustrian untuk mendapatkan arahan sesuai dengan skema fasilitasi yang tersedia.

“Kami siap mengarahkan pelaku IKM sesuai dengan skema fasilitasi yang tersedia,” imbuhnya.

Kesiapan produk dan pelaku usaha lokal tersebut turut ditampilkan dalam WARASVERSE 2026 bertajuk “Kekuatan Lokal Menuju Global” yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di The Park Mall Semarang.

Kegiatan yang dibuka Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Semarang R. Wing Winarso tersebut tidak hanya menghadirkan pameran produk UMKM.

WARASVERSE 2026 juga diisi dengan talkshow strategi bisnis, workshop, turnamen board game, serta penampilan musik.

Produk-produk UMKM yang telah memenuhi standardisasi tersebut selanjutnya dipersiapkan untuk mengisi sejumlah rangkaian kegiatan Semarak MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 13–18 September 2026.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Perkuat Drainase Simpang Lima, Upaya Cegah Genangan Saat Musim Hujan

Sejumlah agenda yang akan menjadi ruang promosi bagi produk lokal antara lain Halal Food Festival di Plaza Simpang Lima, Mini Dugderan, Expo Kaligrafi, Fashion Show Islami dan Batik Muslim Awards, hingga Lomba Rebana Tingkat Nasional di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

Agustina berharap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kota Semarang, khususnya pelaku UMKM.

“Kita ingin MTQ Nasional memberi manfaat yang lebih luas bagi Kota Semarang, termasuk para pelaku UMKM. Produk lokal harus tampil dengan kualitas yang baik, memenuhi standar, dan memiliki daya saing sehingga mampu menangkap peluang pasar nasional,” pungkasnya.

Dengan penguatan sertifikasi halal, TKDN, serta perluasan akses promosi, Pemkot Semarang berharap momentum MTQ Nasional tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi produk UMKM lokal untuk dikenal dan dipasarkan lebih luas di tingkat nasional.***