Lele Monster 13,5 Kilogram Jadi Rezeki Zulkar, Hasil Tangkapan Dijual untuk Kebutuhan Keluarga
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Penemuan seekor lele berukuran raksasa di Kali Semarang Hasanudin, Kota Semarang, Kamis (27/8/2026) pagi, menjadi kejutan tersendiri bagi warga sekitar.
Ikan lele yang memiliki bobot mencapai 13,5 kilogram dan panjang lebih dari satu meter itu berhasil ditangkap Rachmad alias Zulkar Rock N Roll, seorang pemancing sekaligus pemaser asal Satria Raya, Semarang Utara.
Lele berukuran tidak biasa tersebut ditangkap Zulkar sekitar pukul 05.00 WIB ketika dirinya sedang menjalankan aktivitas rutin mencari ikan.
Selama belasan tahun, Zulkar memang dikenal sebagai pemancing dan pemaser yang setiap hari mengandalkan hasil tangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Ikan yang diperoleh biasanya dijual kepada sejumlah lapak langganan. Berbagai jenis ikan pernah menjadi hasil tangkapannya, mulai dari kakap putih, nila, gabus atau kutok hingga lele.
Kawasan Banjir Kanal Barat hingga wilayah muara biasanya menjadi lokasi Zulkar mencari kakap putih. Namun, ketika cuaca tidak mendukung untuk mencari ikan di muara maupun laut, ia memilih menyusuri sungai-sungai di Kota Semarang untuk mencari ikan lainnya.
Pada Kamis pagi tersebut, Zulkar justru mendapatkan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Saat sedang mencari ikan di Kali Semarang Hasanudin, ia melihat seekor ikan muncul di permukaan air.
Dari posisi daratan yang cukup tinggi, ikan tersebut awalnya tidak tampak berukuran luar biasa. Namun, ketika berhasil didekati dan diangkat, barulah terlihat bahwa ikan tersebut merupakan lele berukuran raksasa.
“Awalnya saya kaget. Dari atas kelihatannya tidak sebesar itu karena posisi sungai dengan daratan cukup tinggi. Jadi dari atas memang kelihatan seperti ikan biasa. Tetapi setelah saya angkat, ternyata ukurannya luar biasa besar,” ujar Zulkar.
Lele tersebut memiliki bobot 13,5 kilogram dengan panjang lebih dari satu meter. Ukuran tersebut jauh lebih besar dibandingkan lele yang selama ini biasa diperoleh Zulkar.
Ia bahkan mengaku sempat gemetaran ketika menyadari ukuran ikan yang berhasil ditangkapnya.
“Jujur saya sempat gemetaran. Saya tidak menyangka bisa mendapatkan lele sebesar ini. Apalagi sebelumnya saya pernah memancing di lokasi yang sama dan beberapa kali pancing saya putus karena tarikan ikan yang berat,” katanya.
Pengalaman tersebut membuat Zulkar menduga bahwa Kali Semarang Hasanudin kemungkinan memang menjadi habitat ikan-ikan berukuran besar.
Dugaan itu semakin kuat setelah dirinya berhasil menangkap lele dengan bobot lebih dari 13 kilogram.
Menurut Zulkar, bukan tidak mungkin lele yang ditangkapnya tersebut telah hidup selama belasan tahun, bahkan bisa saja lebih lama.
Dugaan tersebut didasarkan pada ukuran tubuh ikan yang sangat besar serta pengalaman dirinya selama bertahun-tahun menangkap ikan di kawasan sungai tersebut.
Meski demikian, Zulkar menyadari bahwa usia ikan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan ukuran tubuhnya.
Untuk mengetahui umur sebenarnya, diperlukan pemeriksaan atau penelitian lebih lanjut.
“Kalau melihat ukurannya, saya berpikir mungkin lele ini sudah lama hidup di sungai ini. Bisa saja belasan tahun atau bahkan puluhan tahun, tetapi itu baru perkiraan saya. Saya sendiri tidak bisa memastikan umur ikan ini karena untuk mengetahui pastinya tentu harus ada penelitian,” tutur Zulkar.
Menurutnya, keberadaan lele sebesar itu menunjukkan bahwa kemungkinan ikan tersebut telah lama hidup dan berkembang di lingkungan sungai. Selama bertahun-tahun, ikan tersebut diduga tumbuh hingga mencapai ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan ikan lele yang umum ditemukan.
“Kalau memang sudah belasan atau puluhan tahun, berarti ikan ini sudah lama sekali berada di sini. Bisa jadi sejak masih kecil sampai akhirnya tumbuh sebesar ini. Kita tidak pernah tahu karena ikan besar seperti ini biasanya hidup di dasar sungai dan jarang terlihat dari permukaan,” ujarnya.
Zulkar juga mengingat kembali pengalamannya ketika beberapa kali memancing di lokasi yang sama.
Ia mengaku pernah mendapatkan tarikan ikan yang sangat kuat hingga membuat tali pancingnya putus.
“Dulu saya pernah memancing di tempat ini dan beberapa kali pancing saya putus. Waktu itu saya tidak tahu ikan apa yang menarik sekuat itu. Setelah sekarang mendapatkan lele sebesar ini, saya jadi berpikir mungkin memang ada ikan-ikan besar di sepanjang sungai ini,” katanya.
Proses menaklukkan lele tersebut juga tidak mudah. Kuatnya tarikan ikan ditambah kondisi medan sungai yang sulit membuat Zulkar sempat kewalahan.
Ia membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk mengangkat ikan tersebut hingga ke daratan.
“Tarikannya luar biasa kuat. Saya sempat kewalahan, apalagi medannya sulit untuk menaikkan ikan sebesar itu. Kurang lebih 30 menit saya berusaha sampai akhirnya ikan berhasil dinaikkan. Begitu berhasil, rasanya lega dan senang sekali,” ungkapnya.
Selama belasan tahun menangkap ikan, Zulkar mengaku lele terbesar yang pernah diperolehnya sebelumnya hanya berkisar 5 hingga 7 kilogram. Karena itu, lele seberat 13,5 kilogram tersebut menjadi rekor tangkapan terbesarnya.
“Biasanya saya mendapatkan lele paling besar sekitar 5 sampai 7 kilogram. Kalau sekarang 13,5 kilogram, ini jauh lebih besar. Jadi bisa dibilang ini rekor pribadi saya selama menjadi penangkap ikan,” katanya.
Ia juga merasa tidak menyangka bisa menemukan ikan sebesar itu di sungai yang berada di kawasan Kota Semarang.
“Seakan-akan seperti mimpi. Selama ini kalau membayangkan ikan monster, yang terpikir biasanya ikan besar di luar negeri. Di pemancingan atau galatama saja, lele besar yang sering saya lihat sekitar 9 kilogram. Sekarang saya malah mendapatkan lele 13,5 kilogram di sungai Kota Semarang,” ujar Zulkar.
Diduga Menjadi Penghuni Lama Sungai
Ukuran lele yang mencapai lebih dari satu meter membuat dugaan mengenai lamanya ikan tersebut hidup di sungai menjadi perhatian tersendiri.
Secara kasatmata, tubuh ikan menunjukkan ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan lele yang biasa ditangkap Zulkar.
Namun, usia ikan tidak selalu dapat ditentukan hanya dari ukuran dan berat tubuh. Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis ikan, ketersediaan makanan, kondisi habitat, kualitas air, serta tingkat persaingan dengan ikan lainnya.
Karena itu, dugaan bahwa lele tersebut telah hidup belasan atau puluhan tahun masih membutuhkan pembuktian ilmiah.
Kendati demikian, bagi Zulkar, ukuran lele tersebut cukup menjadi alasan untuk menduga bahwa ikan itu bukan ikan yang baru beberapa tahun berada di sungai.
“Kalau ditanya umurnya, saya tidak berani memastikan. Tetapi melihat ukurannya, saya membayangkan ikan ini sudah sangat lama hidup. Mungkin belasan tahun, mungkin juga lebih. Bisa jadi warga yang dulu sering melihat sungai ini sebenarnya sudah pernah berpapasan dengan ikan ini, tetapi tidak pernah tahu kalau ukurannya sebesar ini,” tutur Zulkar.
Ia berharap penemuan tersebut juga dapat menjadi perhatian bahwa sungai-sungai di Kota Semarang masih menyimpan berbagai jenis ikan dengan ukuran yang tidak biasa.
“Bisa jadi masih ada ikan besar lainnya yang belum pernah kita lihat. Ikan kan banyak yang berada di dasar sungai. Dari atas kelihatannya kecil karena jaraknya jauh. Setelah diangkat, baru terlihat sebenarnya sebesar apa,” katanya.
Setelah berhasil ditangkap, lele monster tersebut kemudian dibawa dan dijual kepada tempat pemanggangan atau pengasapan ikan di kawasan Pancang, Semarang Utara.
Harga lele berukuran besar tersebut dihargai Rp15.000 per kilogram. Dengan berat 13,5 kilogram, Zulkar memperoleh uang sebesar Rp195.000 dari hasil penjualan ikan tersebut.
“Alhamdulillah, saya bersyukur. Hasil dari ikan ini bisa untuk kebutuhan anak dan istri di rumah. Bagi saya, berapa pun hasilnya tetap saya syukuri karena memang dari menangkap ikan inilah saya memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Menjadi pemancing dan pemaser selama belasan tahun membuat Zulkar sudah terbiasa dengan berbagai kondisi. Ia tidak hanya mengandalkan satu jenis ikan sebagai hasil tangkapan.
Ketika kondisi cuaca memungkinkan, ia biasanya mencari kakap putih di sekitar Banjir Kanal Barat hingga kawasan muara.
Namun, ketika cuaca tidak bersahabat, ia memilih mencari ikan nila, gabus atau kutok, serta lele di sungai-sungai Kota Semarang.
“Kalau cuaca bagus, saya biasanya mencari kakap putih. Tetapi kalau cuaca tidak mendukung untuk ke muara atau laut, saya bergeser mencari nila, gabus, kutok atau lele di sungai. Yang penting bisa mendapatkan ikan untuk dijual dan hasilnya bisa dibawa pulang untuk keluarga,” ujarnya.
Bagi Zulkar, lele monster yang berhasil ditangkapnya bukan sekadar hasil tangkapan biasa. Ikan tersebut menjadi pengalaman yang kemungkinan akan selalu diingatnya selama menjalani profesi sebagai penangkap ikan.
Ia mengaku puas sekaligus bangga dapat memecahkan rekor tangkapan pribadinya. Apalagi ikan tersebut ditemukan secara tidak sengaja ketika dirinya sedang menjalani aktivitas seperti biasa.
“Saya sangat senang dan puas. Selama belasan tahun mencari ikan, baru kali ini mendapatkan lele sebesar ini. Biasanya 5 sampai 7 kilogram, sekarang bisa 13,5 kilogram. Ini benar-benar keberuntungan,” katanya.
Penemuan lele tersebut sekaligus menjadi cerita unik dari kehidupan sungai di tengah Kota Semarang.
Jika dugaan bahwa ikan itu telah hidup belasan tahun atau lebih benar, lele tersebut kemungkinan telah menjadi salah satu penghuni lama ekosistem sungai sebelum akhirnya ditemukan dan ditangkap Zulkar.
Meski umur pastinya masih menjadi misteri, satu hal yang pasti, lele dengan bobot 13,5 kilogram itu telah menjadi tangkapan terbesar Zulkar selama belasan tahun menjalani aktivitas memancing dan memaser.
“Saya tidak pernah menyangka pagi ini rezekinya berupa lele monster. Yang paling penting saya bersyukur. Hasilnya bisa untuk keluarga. Pengalaman mendapatkan ikan sebesar ini juga tidak akan saya lupakan,” pungkas Zulkar.***
