International Office USM Dampingi Teknik Sipil dan Elektro Siapkan Program Joint Degree dengan NUU Taiwan

InShot_20261012_015620726
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) melalui International Office (IO) mendampingi Fakultas Teknik dalam mempersiapkan program joint degree atau gelar bersama dengan National United University (NUU), Taiwan.

Persiapan tersebut diawali dengan pemetaan kesesuaian kurikulum Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Elektro kedua perguruan tinggi.

Pendampingan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara Fakultas Teknik dan International Office USM pada Selasa (6/10/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang dan mempersiapkan kerja sama akademik internasional yang sesuai dengan kebutuhan fakultas dan program studi.

Rapat dihadiri Dekan Fakultas Teknik USM, Dr. Ari Endang Jayati, S.T., M.T., bersama sejumlah dosen, yakni Dr. Kusrin, S.T., M.T., Dr. Dhamang Budi Cahyono, S.T., M.T., Dr. Lila Anggraini, S.T., M.T., Dr. Ir. Andi Kurniawan Nugroho, S.T., M.T., serta Dr. Ir. Priyo Adi Sesotyo, S.T., M.En., IPU.

Baca Juga:  Anies Respon Nasdem terkait Pencalonan Dirinya di Pilkada DKI

Turut hadir Kepala International Office USM, Albert, S.E., M.M., Ph.D., beserta tim pendamping, yaitu Moeljono, S.E., M.Si., M.M., Dini Anggraheni, S.S., M.Pd., Citra Andriani Kusumawati, S.E., M.M., dan Anandha, S.S., M.Pd.

Kepala International Office USM, Albert, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan dengan memetakan kesesuaian kurikulum kedua program studi di USM dengan program studi terkait di NUU Taiwan.

Hasil pemetaan menunjukkan tingkat kesamaan kurikulum mencapai 88,5 persen.

Dalam pemetaan tersebut, Program Studi Teknik Sipil USM dipadankan dengan Department of Civil and Disaster Prevention Engineering di NUU. Sementara itu, Program Studi Teknik Elektro dipadankan dengan Department of Electrical Engineering.

Baca Juga:  Dari Keluarga untuk Kota, Wali Kota Semarang Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perubahan

Menurut Albert, tingkat kesamaan kurikulum tersebut menjadi salah satu dasar untuk menilai peluang pengembangan kerja sama akademik antara kedua universitas.

“Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat peluang untuk mengembangkan skema joint degree maupun double degree,” ujarnya.

Meski kedua skema tersebut berpotensi dikembangkan, Fakultas Teknik USM memilih joint degree sebagai fokus pembahasan selanjutnya.

Keputusan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lebih lanjut dengan mempertimbangkan kesesuaian kurikulum, sistem akademik, dan mekanisme pelaksanaan program.

Albert menegaskan, keterlibatan fakultas dan program studi menjadi bagian penting dalam proses persiapan kerja sama internasional.

Program studi perlu memastikan kesesuaian kurikulum sekaligus mengidentifikasi kebutuhan akademik agar skema yang dipilih dapat diterapkan secara tepat.

International Office berperan memfasilitasi komunikasi serta memetakan peluang kerja sama dengan mitra luar negeri.

Baca Juga:  Pesta Rakyat Padma 2025: Serunya Rayakan Kemerdekaan Lewat Lomba dan Permainan Tradisional

Sementara itu, Fakultas Teknik dan program studi memberikan masukan berdasarkan kesiapan akademik masing-masing.

Selanjutnya, Fakultas Teknik bersama Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Elektro akan melanjutkan koordinasi dengan International Office USM untuk membahas struktur program, mekanisme akademik, serta tahapan yang diperlukan sebelum implementasi.

Albert berharap, pendampingan tersebut dapat mendorong kerja sama internasional USM berkembang menjadi program akademik yang konkret dan memberikan manfaat bagi mahasiswa.

“Melalui pendampingan yang dilakukan di tingkat fakultas dan program studi, kami mendorong agar kerja sama internasional dapat berkembang menjadi program akademik yang relevan dan memberikan peluang pengalaman belajar internasional bagi mahasiswa USM,” tandasnya.***(bgy)