Wali Kota Semarang Dorong Kolaborasi Budaya dengan Prancis, Siapkan Festival Literasi Internasional

InShot_20261012_025421997
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong penguatan kerja sama budaya antara Kota Semarang dan Prancis melalui pertukaran sastra, sinema, seni, dan literasi.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang perjumpaan bagi penulis, seniman, komunitas, dan masyarakat untuk saling mengenal serta menghasilkan karya bersama.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah pemutaran film pendek Prancis dalam Festival Film Pendek Kota Semarang pada 23 Oktober 2026.

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang merencanakan penyelenggaraan festival literasi bertaraf internasional pada 2027.

Festival tersebut diharapkan mempertemukan penulis, komunitas pembaca, penerbit, toko buku, serta pegiat resensi buku dari berbagai negara.

Melalui kegiatan ini, Semarang ingin memperluas pertukaran gagasan sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pengembangan ekonomi bagi para pelaku sastra dan literasi.

Baca Juga:  Kejati Jateng Dukung Menteri AHY dalam Perangi Mafia Tanah di Jawa Tengah

“Kami berharap Kedutaan Besar Prancis dapat mempertimbangkan untuk ikut serta dalam festival literasi yang akan kami laksanakan tahun depan,” ujar Agustina.

Menurut Agustina, keterlibatan berbagai pihak dalam festival literasi dapat membuka kesempatan bagi penulis untuk bertemu langsung dengan penerbit.

Dengan demikian, karya sastra memiliki peluang lebih luas untuk berkembang dan menjangkau pembaca.

Penguatan hubungan budaya Semarang dan Prancis juga dilakukan melalui seni dan program pertukaran penulis.

Salah satunya melalui Residensi Silang Rimbaud, yang memberikan kesempatan kepada penulis Indonesia dan Prancis untuk saling mengenal melalui pengalaman, lingkungan, dan proses kreatif masing-masing.

Agustina mencontohkan karya Emmanuel Lemeilleur yang merekam Kota Semarang melalui sketsa.

Baca Juga:  Dugaan Pemerasan SYL, Penyidik Polda Metro Jaya Sita Dokumen KPK

Karya tersebut tidak hanya menggambarkan bangunan bersejarah, tetapi juga menangkap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurutnya, sudut pandang seniman dari luar daerah atau negara dapat menghadirkan cara pandang baru dalam melihat kehidupan masyarakat dan kekayaan budaya lokal.

Ia menilai, hubungan budaya dapat tumbuh melalui berbagai bentuk perjumpaan, mulai dari seni rupa, sastra, hingga sinema.

Karena itu, Agustina berharap semakin banyak kegiatan yang memungkinkan masyarakat Semarang berinteraksi langsung dengan seniman dan penulis dari Prancis.

Harapan tersebut disampaikan Agustina dalam rangkaian kegiatan di kantor baru Alliance Française Semarang di kawasan Lamper, Kamis (8/10/2026) malam.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan pihak Alliance Française atas perhatian serta kerja sama yang telah terjalin.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Ajak Warga Sukseskan MTQ Nasional XXXI 2026, Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Seluruh Indonesia

Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menyoroti peran Alliance Française sebagai penghubung pertukaran budaya antara Prancis dan Indonesia.

Lembaga tersebut juga berperan dalam pengembangan kerja sama pendidikan, perguruan tinggi, serta mobilitas pelajar.

Penone turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap penguatan hubungan budaya dan kerja sama antara kedua pihak.

Agustina berharap keberadaan kantor baru Alliance Française Semarang dapat semakin memperkuat kolaborasi sekaligus melahirkan berbagai kegiatan yang mempertemukan masyarakat, seniman, dan penulis dari Semarang maupun Prancis.

“Semoga gedung baru akan semakin mengalirkan banyak perjumpaan untuk memunculkan banyak karya, banyak persahabatan, dan banyak cerita baru antara Semarang, Indonesia dan Prancis,” pungkas Agustina.***