Tiga Bersaudara Keluarga Sugeng dan Kasmirah Ukir Sejarah, Sumbang Medali Angkat Besi untuk Semarang
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga Sugeng dan Kasmirah. Bukan sekadar persaingan untuk meraih medali, ajang olahraga empat tahunan tersebut menjadi saksi sejarah ketika tiga dari empat bersaudara dalam keluarga itu berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Kota Semarang dari cabang olahraga (cabor) angkat besi.
Ketiga atlet tersebut adalah Nicholas Destyan Prayuda, Bagus Danu, dan Yunensi Novitasari. Mereka sukses membawa pulang satu medali emas dan dua medali perunggu dari pertandingan yang berlangsung di Gedung Graha Sari, Kota Semarang.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga mereka. Pasalnya, meski sudah beberapa kali tampil bersama dalam berbagai kejuaraan, baru kali ini ketiganya berhasil meraih medali dalam satu ajang yang sama.
Perjuangan keluarga ini dimulai pada hari pertama pertandingan angkat besi, Sabtu (24/10/2026). Nicholas Destyan Prayuda, putra bungsu pasangan Sugeng dan Kasmirah, tampil impresif di kelas 60 kilogram putra.
Lifter muda tersebut berhasil menjadi yang terbaik di kelasnya dan menyumbangkan medali emas bagi Kota Semarang.
Pada hari yang sama, sang kakak, Bagus Danu, juga berhasil naik podium. Atlet senior itu meraih medali perunggu di kelas 79 kilogram putra setelah harus mengakui keunggulan Mohammad Yasin dari Blora dan Gandung Santoso dari Boyolali.
Koleksi medali keluarga Sugeng dan Kasmirah bertambah pada Minggu (25/10/2026). Kali ini, giliran Yunensi Novitasari yang menyumbangkan medali perunggu dari kelas 63 kilogram putri.
Yunensi membukukan total angkatan 130 kilogram, terdiri atas angkatan snatch 60 kilogram dan clean and jerk 70 kilogram.
Ia harus puas menempati posisi ketiga setelah kalah bersaing dengan lifter dari Surakarta dan Pati.
Meski belum berhasil meraih medali emas, Yunensi tetap bersyukur atas pencapaiannya. Terlebih, kelas yang diikutinya dalam Porprov Jateng 2026 masih terbilang baru baginya.
“Ini kelas baru, jadi masih agak canggung. Kalau angkatan terbaik sebenarnya 68 kilogram untuk snatch dan 86 kilogram clean and jerk,” kata Yunensi.
Bagi Yunensi, medali perunggu tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Prestasi itu turut melengkapi catatan sejarah keluarga yang selama ini sama-sama menekuni olahraga angkat besi.
“Kalau tampil bareng sudah sering, tapi kalau sama-sama meraih medali ya baru kali ini. Bangga tentunya,” ujarnya.
Darah Atlet Mengalir dari Sang Ayah
Kecintaan terhadap olahraga telah tumbuh di lingkungan keluarga Sugeng dan Kasmirah. Bakat tersebut tidak lepas dari peran Sugeng, sang ayah, yang merupakan mantan atlet binaraga.
Pengalaman dan kecintaannya terhadap olahraga menjadi salah satu faktor yang memperkenalkan anak-anaknya pada dunia olahraga prestasi, termasuk angkat besi.
Dari empat bersaudara, tiga di antaranya menekuni angkat besi. Sementara itu, anak tertua yang juga pernah berkecimpung di dunia olahraga kini sudah tidak aktif bertanding.
Nicholas, yang lahir pada 2 Desember 2008, bahkan mulai mengenal angkat besi sejak duduk di bangku kelas IV sekolah dasar.
Sang ayah bersama kakak-kakaknya turut memperkenalkan dan membimbingnya hingga akhirnya menekuni olahraga tersebut secara serius.
Perjalanan itu kini mulai membuahkan hasil. Medali emas Porprov Jateng 2026 menambah deretan prestasi yang telah diraih Nicholas dalam berbagai kejuaraan.
“Alhamdulillah bisa meraih emas berturut-turut mulai dari Popnas, Kejurnas, Popda dan sekarang Porprov Jateng,” ujar Nicholas.
Pengalaman bertanding di sejumlah kejuaraan nasional turut membangun kepercayaan dirinya saat menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Namun, di balik pencapaiannya, Nicholas tidak melupakan peran keluarga yang selama ini memberikan bimbingan dan motivasi.
“Pengalaman tampil di beberapa event nasional menambah kepercayaan diri dan terima kasih kepada orang tua dan saudara tentunya yang telah membimbing dan memotivasi hingga saya bisa seperti ini,” katanya.
Saling Mendukung di Tengah Persaingan
Bagi keluarga Sugeng dan Kasmirah, persaingan di arena angkat besi tidak mengurangi eratnya hubungan persaudaraan. Sebaliknya, pengalaman berlatih dan bertanding bersama menjadi kesempatan bagi mereka untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta memberikan dukungan.
Bagus Danu, sebagai atlet senior, memiliki perjalanan panjang di dunia angkat besi. Ia pernah mengukir prestasi di tingkat internasional dengan meraih medali perunggu kelas 56 kilogram pada Arafura Games 2011 di Darwin, Australia.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan keluarga yang telah lama berkecimpung dalam olahraga prestasi.
Kini, Bagus masih aktif berjuang di arena pertandingan bersama adik-adiknya. Meski persaingan semakin ketat dan setiap kejuaraan menghadirkan tantangan berbeda, dukungan keluarga tetap menjadi salah satu sumber motivasi.
Bahkan, sang kakak tertua yang sudah tidak aktif bertanding tetap memberikan semangat setiap kali adik-adiknya tampil.
“Kakak yang paling tua sudah tidak aktif lagi, tapi terus memberikan dukungan setiap kali adik-adiknya tampil. Ya kami saling support satu sama lain,” kata Bagus Danu.
Kebersamaan itulah yang membuat pencapaian di Porprov Jateng 2026 terasa lebih istimewa. Bagi mereka, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari warna medali atau berat beban yang mampu diangkat, tetapi juga dari perjuangan bersama dan dukungan yang terus terjaga.
Satu medali emas dan dua perunggu yang diraih tiga bersaudara tersebut menjadi bukti perjalanan panjang keluarga Sugeng dan Kasmirah dalam dunia angkat besi.
Di balik prestasi itu, tersimpan kisah tentang kecintaan terhadap olahraga yang diwariskan dari sang ayah, perjuangan lintas generasi, serta ikatan persaudaraan yang semakin kuat.
Di arena pertandingan, masing-masing atlet berjuang mengangkat beban terbaiknya.
Namun, di luar arena, mereka memiliki kekuatan yang sama untuk dijaga: keluarga yang saling mendukung dan persaudaraan yang tak pernah putus.***
