Paralayang Semarang Bidik Tiga Medali Porprov Jateng 2026, Andalkan Atlet Berpengalaman

InShot_20261031_115102091
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Mengandalkan pengalaman dan kemampuan atlet yang telah teruji di berbagai kejuaraan, tim paralayang Kota Semarang optimistis mampu meraih hasil terbaik dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Kontingen Kota Semarang membidik tiga medali, masing-masing satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Target tersebut diupayakan melalui penampilan tiga atlet andalan yang turun di kategori Kelas A.

Ketiga atlet tersebut memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan nasional (kejurnas) hingga kompetisi lintas alam atau cross country di sejumlah daerah di Indonesia.

Pengalaman itu menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan dengan atlet dari kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.

Pelatih Tim Paralayang Kota Semarang, M. Yunus, mengatakan perkembangan performa anak asuhnya menunjukkan tren positif hingga hari kedua pertandingan.

Salah satu nomor yang memberikan harapan besar adalah ketepatan mendarat tandem.

“Untuk paralayang sendiri kita menargetkan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Semoga bisa lebih, tetapi fokus utama kita di situ,” ujar Yunus, Senin (26/10/2026).

Baca Juga:  ‎Ketua POTBI Jateng Dukung Forkot Semarang, Bersiap Sukseskan Forda Jateng 2026

Menurut Yunus, peluang Kota Semarang untuk meraih hasil maksimal cukup terbuka, terutama setelah atletnya mencatatkan hasil menjanjikan pada putaran pertama nomor tandem.

Dalam pertandingan tersebut, atlet Kota Semarang mampu membukukan nilai 44 poin. Catatan itu jauh lebih baik dibandingkan sejumlah pesaing yang berada pada kisaran 100 hingga 200 poin.

Hasil tersebut menjadi modal positif bagi tim untuk menjaga konsistensi pada putaran berikutnya. Meski demikian, Yunus mengingatkan bahwa persaingan masih berlangsung dan setiap atlet harus mampu mempertahankan performanya.

“Untuk tandem insyaallah bisa kita pertahankan nilainya untuk round-round berikutnya. Sementara untuk nomor XC (Cross Country), kita masih berada di peringkat empat atau lima dan nilainya masih sangat dinamis,” jelasnya.

Selain mengandalkan nomor tandem, Kota Semarang juga memiliki peluang melalui nomor lintas alam. Salah satu atlet andalan, Nanang Indardi, dipersiapkan untuk bersaing pada nomor open distance.

Tantangan Regenerasi Atlet

Baca Juga:  Tim PkM USM Beri Pendampingan Teknis Pemasangan Batu Belah untuk Perbaikan Longsor Dinding Penahan Jalan Semarang-Godong

Di balik optimisme mengejar medali, cabang olahraga paralayang juga menghadapi tantangan tersendiri, terutama dalam menyiapkan regenerasi atlet.

Yunus menilai pembinaan atlet paralayang tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan waktu, pengalaman terbang, serta proses latihan yang berkelanjutan untuk membentuk atlet yang mampu bersaing di tingkat kompetisi.

Ia juga menyoroti penerapan pembatasan kuota nomor pertandingan bagi atlet melalui sistem Si Sakti KONI Jawa Tengah.

Menurutnya, ketentuan maksimal tiga nomor untuk setiap atlet perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing cabang olahraga.

“Untuk Kota Semarang ada tiga atlet di Kelas A. Regenerasi di paralayang itu tidak mudah. Batasan satu atlet maksimal tiga nomor di Si Sakti sebenarnya kurang ideal untuk cabor yang regenerasinya sulit seperti paralayang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kadispora Lepas Dua Atlet Senam SOIna Riau Menuju Berlin

Adapun tiga atlet yang memperkuat Kota Semarang yakni Kris Diantono, Muhammad Afif Jauhari, dan Nanang Indardi. Ketiganya mengikuti sejumlah nomor pertandingan sesuai dengan spesialisasi masing-masing.

Kris Diantono dan Muhammad Afif Jauhari turun pada nomor Ketepatan Mendarat (KTM) Kelas A Perorangan Putra, Lintas Alam Jarak Terbatas (LAJTT) Kelas A Beregu, serta Ketepatan Mendarat Tandem Kelas A Perorangan.

Sementara itu, Nanang Indardi mengikuti nomor Lintas Alam Jarak Terbatas (LAJTT) Kelas A Perorangan Putra dan Beregu, serta Lintas Alam Jarak Terbuka Kelas A Perorangan Putra.

Dengan komposisi atlet yang memiliki pengalaman kompetisi dan persiapan yang telah dilakukan, tim paralayang Kota Semarang berharap mampu menjaga konsistensi hingga seluruh rangkaian pertandingan berakhir.

Lebih dari sekadar mengejar target medali, keikutsertaan dalam Porprov Jateng 2026 juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitas atlet paralayang Kota Semarang sekaligus memperkuat pembinaan cabang olahraga tersebut ke depan.***