Tiga Emas Langsung Diborong, Wushu Kota Semarang Tampil Gemilang di Porprov Jateng 2026

InShot_20261103_135018252
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Kontingen wushu Kota Semarang mengawali perjuangannya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 dengan hasil gemilang.

Bertanding pada nomor taolu di Gedung Tenis Indoor Kridanggo, Salatiga, Selasa (27/10/2026), para atlet berhasil mengoleksi tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Perolehan tersebut melampaui target awal Pengkot Wushu Kota Semarang yang sebelumnya memproyeksikan dua medali emas pada hari pertama pertandingan.

Tiga medali emas masing-masing dipersembahkan Darren Lionel Gunawan dari nomor Changquan Putra dengan skor 9,450, Dessy Wulandari Emmylia pada Changquan Putri dengan nilai 9,630, serta Mikael Nugroho Wibisono yang menjadi juara nomor Nanquan Putra dengan skor 9,630.

Sementara itu, dua medali perak diraih Jasmine Felicia Hartono dari nomor Nanquan Putri dengan skor 9,566 dan Angelica Calista Putri Julianto pada nomor Taijiquan Putri.

Adapun medali perunggu disumbangkan Felix Jayadi Tjondrodihardjo melalui penampilannya di nomor Taijiquan Putra dengan skor 9,436.

Baca Juga:  Pemkot Semarang Pastikan Kementerian PUPR Melalui BBWS Bantu Penanganan Banjir di Wilayah Timur Semarang

Ketua Pengkot Wushu Kota Semarang, Heru Setyabudi, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih para atlet.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi awal positif sekaligus melampaui perkiraan tim, terutama keberhasilan Darren meraih emas pada nomor Changquan Putra.

Heru menjelaskan, sebelumnya Darren hanya diproyeksikan mampu menembus posisi podium. Namun, peluang meraih medali emas semakin terbuka setelah pesaing utamanya melakukan kesalahan dalam pertandingan.

“Untuk pertandingan hari ini, semua nomor yang dipertandingkan Alhamdulillah sesuai dengan target yang kami bidik.

Ada sedikit kejutan di Changquan Putra karena sebenarnya tidak diprediksi bisa meraih emas, hanya ukurannya masuk podium, tapi bukan emas,” ujar Heru.

Kejutan lainnya datang dari Felix Jayadi Tjondrodihardjo. Atlet muda tersebut mampu menunjukkan persaingan positif di tengah keikutsertaan sejumlah atlet yang lebih berpengalaman hingga akhirnya berhasil membawa pulang medali perunggu.

Baca Juga:  Tim Bola Basket Universitas Semarang Sukses Bawa Pulang Dua Piala Liga Mahasiswa 2025 di Yogyakarta

Menurut Heru, keberanian menurunkan atlet muda merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang, sekaligus mempersiapkan regenerasi atlet wushu Kota Semarang.

Bahkan, sekitar 80 persen atlet yang memperkuat Kota Semarang pada Porprov kali ini merupakan atlet muda yang diproyeksikan menjadi kekuatan tim pada kompetisi mendatang.

“Secara level sebetulnya belum siap untuk Porprov, tapi kami uji coba di Porprov ini, Alhamdulillah bisa dapat perunggu,” katanya.

Meski telah mengumpulkan enam medali pada hari pertama, Pengkot Wushu Kota Semarang belum ingin berpuas diri. Sejumlah nomor pertandingan masih menjadi sasaran untuk menambah perolehan medali emas.

Beberapa nomor yang dibidik di antaranya Jianshu + Qiangshu, Nandao + Nangun, serta nomor sanda. Pada nomor sanda, Kota Semarang secara khusus membidik medali dari kelas 48 kilogram putri dan 65 kilogram putra.

Baca Juga:  Tiga Bersaudara Keluarga Sugeng dan Kasmirah Ukir Sejarah, Sumbang Medali Angkat Besi untuk Semarang

Heru menilai peluang untuk menambah medali masih terbuka. Karena itu, para atlet diminta tetap fokus dan mengerahkan kemampuan terbaik saat bertanding.

“Di luar nomor-nomor tersebut kami berupaya juga untuk mengejar yang lainnya karena melihat peta mestinya masih ada peluang, tinggal bagaimana nanti di arena,” ungkapnya.

Dengan komposisi tim yang didominasi atlet muda, Pengkot Wushu Kota Semarang menargetkan mampu meraih lima medali emas pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Target tersebut diharapkan dapat menyamai bahkan melampaui pencapaian pada Porprov 2023. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, keikutsertaan para atlet muda juga menjadi bagian dari investasi pembinaan untuk membangun kekuatan wushu Kota Semarang pada masa mendatang.

Heru menegaskan, pengalaman bertanding di ajang Porprov menjadi bekal penting bagi atlet muda agar semakin matang, memiliki mental kompetisi, dan siap menghadapi persaingan di tingkat yang lebih tinggi.***