Bangkit dari Kekalahan, Fajri Hary Kurniawan Ukir Sejarah Emas Petanque Semarang

InShot_20261103_135740782
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Perjuangan penuh semangat ditunjukkan atlet petanque Kota Semarang, Fajri Hary Kurniawan, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Sempat menelan kekalahan pada pertandingan pembuka, Fajri justru mampu bangkit dan mengakhiri perjuangannya dengan meraih medali emas nomor tunggal putra.

Prestasi tersebut diraih setelah Fajri menaklukkan juara bertahan asal Kabupaten Jepara, Okta Rivaldi Putra, dengan skor telak 13-5 pada partai final.

Pertandingan berlangsung di Graha Wiyata Patemon, Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (27/10/2026).

Kemenangan itu sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi petanque Kota Semarang. Untuk pertama kalinya, atlet Kota Semarang berhasil meraih medali emas pada nomor tunggal putra Porprov Jawa Tengah.

“Perasaan saya bisa mendapatkan emas ini sangat senang sekali dan terharu, apalagi ditonton teman-teman, pelatih, juga Bapak dan Ibu,” ujar Fajri.

Atlet berusia 22 tahun asal Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, tersebut mengaku sempat merasa gugup ketika harus menghadapi Okta yang merupakan juara bertahan.

Namun, ia berusaha mengendalikan emosi dan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.

“Strateginya, yang penting poin masuk dan bisa mengenai bola lawan. Sama juga menjaga emosi,” tuturnya.

Menurut Fajri, pengalaman dan kemampuan lawannya menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, ia memilih tetap tenang, sabar, serta fokus pada ketepatan setiap lemparan.

Baca Juga:  Hadiri Rapat Koordinasi Dengan Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Semarang Berharap Ada Penambahan Pompa dan Pengerukan Kolam Retensi

“Lawan di final tadi cukup menakutkan karena pemain senior juga. Untuk mengatasi grogi, tetap tenang, sabar, dan fokus ke pertandingan,” katanya.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Fajri mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dengan skor 13-5 sekaligus memastikan dirinya berdiri di podium tertinggi.

Berawal dari Mengikuti Latihan Sang Adik

Keberhasilan Fajri tidak diraih secara instan. Ia mulai mengenal olahraga petanque pada akhir 2019, saat masih duduk di kelas satu SMA.

Ketertarikannya berawal dari kebiasaan melihat sang adik mengikuti latihan petanque. Dari sekadar menyaksikan, Fajri kemudian tertarik mencoba olahraga yang mengandalkan ketepatan dan konsentrasi tersebut hingga akhirnya memutuskan untuk menekuninya.

Persiapan menghadapi Porprov XVII Jateng 2026 juga telah dilakukan selama kurang lebih satu hingga dua tahun. Latihan secara konsisten menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan teknik dan kesiapan mental menghadapi persaingan.

“Sebelumnya belum pernah mendapatkan emas. Baru kali ini,” ungkapnya.

Medali emas tersebut menjadi gelar juara pertama Fajri sepanjang keikutsertaannya dalam Porprov. Capaian itu sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya, keluarga, pelatih, dan kontingen Kota Semarang.

Sempat Kalah di Laga Pembuka

Perjalanan Fajri menuju podium juara justru diawali dengan hasil kurang menggembirakan. Pada pertandingan pertama, ia harus mengakui keunggulan atlet asal Brebes.

Baca Juga:  Catat Tanggalnya! Semarang Dipadati Event Olahraga Nasional Sepanjang April 2026

Namun, kekalahan tersebut tidak membuat semangatnya surut. Setelah melakukan evaluasi dan mendapatkan arahan dari tim pelatih, Fajri kembali menunjukkan penampilan lebih baik.

Ia berhasil melewati pertandingan melawan atlet asal Pati dan Surakarta hingga memastikan tiket ke semifinal. Perjuangannya kemudian mencapai puncak ketika berhasil mengalahkan wakil Jepara di partai final.

Pelatih petanque Kota Semarang, Buyung Kusumawardana, mengatakan kekalahan pada pertandingan awal bukan berarti peluang seorang atlet untuk menjadi juara telah tertutup.

Menurutnya, kemampuan bangkit setelah mengalami kekalahan merupakan salah satu faktor penting dalam menghadapi kompetisi seperti Porprov.

“Kami selalu menekankan atlet untuk selalu fokus. Kalah di awal itu belum tentu akhir dari segalanya. Justru bisa menjadi pemantik untuk menjadi juara,” kata Buyung.

Ia menjelaskan, tim pelatih terus memberikan motivasi dan pengarahan agar atlet tidak larut dalam kekecewaan. Kepercayaan diri harus segera dipulihkan sehingga peluang pada pertandingan berikutnya dapat dimaksimalkan.

Petanque Semarang Masih Bidik Tambahan Emas

Keberhasilan Fajri meraih emas tunggal putra belum mengakhiri perjuangan kontingen petanque Kota Semarang. Sejumlah nomor pertandingan lainnya masih berpeluang menyumbangkan medali hingga rangkaian pertandingan berakhir pada Jumat.

Baca Juga:  Ketua NPCI Senny Marbun Terima Kasih Dukungan dan Pengawalan Jaksa Agung Persiapan Tim Indonesia Paralympics Paris 2024

Fajri sendiri masih berpeluang kembali memperkuat Kota Semarang pada nomor double mix dan beregu putra. Sesuai ketentuan Porprov Jawa Tengah, setiap atlet diperbolehkan mengikuti maksimal tiga nomor pertandingan.

“Kami berharap dengan doa dan dukungan dari teman-teman, terutama jajaran pengurus KONI Kota Semarang dan warga Kota Semarang, mudah-mudahan nanti bisa menyumbangkan tambahan medali emas,” ujar Buyung.

Ia menyebutkan, sejumlah nomor yang masih menjadi peluang perolehan medali di antaranya double putra, double putri, double mix, beregu putra, beregu putri, serta triple putra dan putri.

Pada Porprov sebelumnya di wilayah Pati Raya, petanque Kota Semarang berhasil mengoleksi satu medali emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Capaian tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk kembali bersaing dan berupaya meningkatkan prestasi pada Porprov tahun ini.

“Kami memiliki keinginan mengulangi hasil sebelumnya. Mudah-mudahan masih ada tambahan medali dari nomor-nomor yang akan dimainkan,” katanya.

Raihan emas Fajri menjadi bukti bahwa kegagalan pada awal pertandingan bukan akhir dari perjuangan.

Dengan evaluasi, ketenangan, dan konsistensi, atlet muda Kota Semarang itu berhasil menorehkan prestasi sekaligus membuka sejarah baru bagi cabang olahraga petanque di Kota Semarang.***