Wali Kota Semarang Dorong Literasi Pelajar Lewat English Speech Contest

InShot_20261103_165353408
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong penguatan literasi dan kemampuan komunikasi pelajar melalui kegiatan English Speech Contest bertema “Young Voices for Justice, Humanity, and Future Leadership”.

Kegiatan yang digelar melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang tersebut diawali dengan pembukaan workshop di Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, Rabu (21/10/2026).

Selanjutnya, peserta mengikuti tahapan pengiriman video pidato, seleksi, hingga babak final yang dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Semarang.

Agustina menilai, kebiasaan membaca dan belajar merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, memahami berbagai persoalan, serta mengembangkan pola pikir kritis.

Baca Juga:  Program Studi S1 PWK Universitas Semarang Gelar Praktisi Mengajar Alumni Tilik Kampus

Selain itu, kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi sarana bagi pelajar untuk menyampaikan pemikiran, membangun argumentasi, dan mengemukakan gagasan mengenai berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

“Literasi menjadi bekal bagi pelajar untuk memahami berbagai persoalan dan mengembangkan cara berpikir kritis. Melalui English Speech Contest, pelajar juga belajar menyampaikan gagasan secara terstruktur, percaya diri, dan bertanggung jawab,” ujar Agustina, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini diikuti 150 pelajar yang mendapatkan pembekalan melalui workshop sebelum mengikuti tahapan perlombaan.

Para peserta diminta membuat dan mengirimkan video pidato berbahasa Inggris paling lambat Jumat (23/10/2026) dengan menggunakan tagar #escaarpus2026.

Baca Juga:  Pemkot Semarang dan Pemkab Demak Serta Pemprov Jateng Akan Tutup TPA Ilegal Rowosari

Video yang masuk selanjutnya akan dinilai untuk menentukan 10 finalis. Seleksi tahap awal melibatkan dewan juri dari Fakultas Bahasa Universitas Stikubank Semarang.

Sepuluh peserta yang lolos dijadwalkan diumumkan pada Minggu (25/10/2026).

Para finalis kemudian akan tampil secara langsung dalam babak final di Gedung Balai Kota Semarang, Selasa (27/10/2026).

Mereka akan menyampaikan pidato di hadapan dewan juri dengan penilaian meliputi kemampuan berbahasa Inggris, penguasaan materi, penyusunan argumentasi, serta kepercayaan diri saat berbicara di depan publik.

Dari 10 finalis tersebut, panitia akan menetapkan enam peserta sebagai juara.

Baca Juga:  Sam Poo Kong Jadi Pusat Perayaan Imlek 2577, Semarang Tunjukkan Wajah Harmoni

Adapun materi workshop mencakup teknik public speaking, penyusunan argumentasi dalam pidato berbahasa Inggris, pelafalan, intonasi, ekspresi, hingga penggunaan bahasa tubuh.

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai wawasan hukum, etika, kepemimpinan, serta pengembangan karakter yang selaras dengan tema perlombaan.

Melalui kegiatan tersebut, Agustina berharap pelajar Kota Semarang semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus memperluas wawasan.

Menurutnya, kemampuan memahami informasi secara kritis dan menyampaikan gagasan dengan baik menjadi modal penting bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.***