Tim PkM USM Bekali Siswa SMK Yayasan Pharmasi Semarang Keterampilan Membuat Video Kreatif Berbasis AI
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan pembuatan konten video kreatif berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menggunakan NotebookLM kepada siswa SMK Yayasan Pharmasi Semarang, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas XI Bisnis Digital 2 SMK Yayasan Pharmasi Semarang tersebut mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Siswa dalam Pembuatan Konten Video Kreatif Berbasis AI Menggunakan NotebookLM untuk Instagram”. Pelatihan diikuti 18 siswa kelas XI Bisnis Digital 2.
Tim PkM USM terdiri atas Ketua Dinar Anggit Wicaksana, S.Si., M.Pd., bersama anggota Dr. Titin Winarti, S.Kom., M.M., Febrian Wahyu Christanto, S.Kom., M.Cs., dan Charis Maulana, M.Pd. Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, yakni Yuning Ari Astuti dan Ainun Navia.
Pelaksanaan pelatihan didampingi Kepala Jurusan Bisnis Digital SMK Yayasan Pharmasi Semarang, Qur’aisin Salsabila Tasya Az’Zahra, S.Pd.
Dinar Anggit Wicaksana mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi siswa dalam menghasilkan konten video kreatif untuk mendukung kegiatan pemasaran digital melalui Instagram.
Menurutnya, pelatihan dirancang agar siswa memperoleh pengalaman langsung dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu pembuatan konten promosi yang kreatif, menarik, dan sesuai kebutuhan pemasaran.
“Kami memperkenalkan kepada siswa pemanfaatan platform tersebut untuk mengembangkan ide dan pesan promosi berdasarkan informasi produk yang tersedia. Kami juga membimbing siswa menyusun prompt atau instruksi yang sesuai dengan karakteristik produk dan kebutuhan calon pembeli,” jelasnya.
Dia menambahkan, penyusunan prompt perlu mempertimbangkan keunggulan produk, informasi yang ingin disampaikan, karakteristik target pasar, serta tujuan promosi.
Dengan instruksi yang jelas dan relevan, siswa diharapkan mampu mengarahkan proses pembuatan konten agar sesuai dengan pesan pemasaran yang ingin disampaikan.
Dinar menegaskan, pembuatan video promosi tidak sekadar memanfaatkan teknologi AI, tetapi juga membutuhkan perencanaan pesan yang matang.
Pemahaman terhadap produk dan target pembeli menjadi dasar dalam menentukan ide, sudut penyampaian informasi, serta pesan utama yang ditonjolkan dalam video.
Sementara itu, anggota tim PkM USM, Dr. Titin Winarti, S.Kom., M.M., memaparkan pentingnya pemasaran digital (digital marketing) dalam mempromosikan produk dan menjangkau calon konsumen.
Menurutnya, pemanfaatan platform digital dan media sosial memungkinkan pelaku usaha memperkenalkan produk secara lebih luas sekaligus menyampaikan berbagai keunggulan produk kepada target pasar yang tepat.
Dia juga menekankan bahwa konten pemasaran tidak cukup hanya menarik secara visual, tetapi harus mampu menyampaikan manfaat produk, membangun ketertarikan, dan mendorong calon konsumen untuk mengenal lebih jauh produk yang ditawarkan.
“Pemahaman terhadap karakteristik produk dan kebutuhan calon pembeli menjadi dasar bagi siswa untuk mengembangkan konten promosi yang relevan dengan kebutuhan pemasaran melalui Instagram,” katanya.
Pemateri lainnya, Febrian Wahyu Christanto, S.Kom., M.Cs., menjelaskan bahwa teknologi AI dapat membantu mempercepat proses pencarian ide, pengolahan informasi, hingga pembuatan konten kreatif.
Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, termasuk dalam mengembangkan materi promosi digital. Namun, penggunaannya tetap membutuhkan pemahaman dan pengawasan manusia.
Menurut Febrian, hasil yang dibuat menggunakan AI harus ditinjau kembali agar sesuai dengan fakta, konteks, dan tujuan penggunaannya.
“Siswa juga perlu memperhatikan etika penggunaan AI, termasuk kejujuran dalam penyajian informasi, penghormatan terhadap hak cipta, serta tanggung jawab terhadap konten yang dipublikasikan. Kami berharap pemahaman ini dapat membentuk kebiasaan menggunakan teknologi AI secara kritis, bijak, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Setelah mendapatkan pemaparan materi, para siswa mengikuti praktik langsung pembuatan video kreatif dengan memanfaatkan NotebookLM.
Dalam sesi tersebut, siswa mencoba menyusun prompt berdasarkan karakteristik produk dan kebutuhan target pembeli. Instruksi tersebut kemudian digunakan untuk mendukung pengembangan konten video yang ditujukan bagi media sosial Instagram.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan praktik berlangsung. Para siswa aktif mencoba berbagai pemanfaatan teknologi AI untuk mengembangkan ide kreatif dan mengolah pesan promosi menjadi konten video digital.
Melalui pelatihan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan AI dalam pemasaran digital, tetapi juga berkesempatan mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan kompetensi keahlian Bisnis Digital.***(bgy)
