USM Latih Pengusaha UKM Brumbungan Hitung Kemampuan Bayar Pinjaman Berbasis Excel

InShot_20261106_000054158
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Upaya meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) terus dilakukan Universitas Semarang (USM).

Kali ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi USM memberikan pelatihan pemanfaatan simulasi angsuran anuitas berbasis Microsoft Excel untuk mengukur kemampuan membayar pinjaman.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, pada 29 Oktober 2026.

Pelatihan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan usaha.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Guruh Mulia Widayat, S.E., M.M., dengan anggota Dr. Dc Kuswardani, M.M., dan Lusa Mara, S.E., M.M. Kegiatan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa Fakultas Ekonomi USM, yakni Winda Indri Puspita dan Nur Rokhmatul Khasanah.

Baca Juga:  Menampilkan Berbagai Budaya Bangsa Indonesia, Karnaval Desa Bangunsari Meriah

Dalam pelaksanaannya, tim PkM USM berkolaborasi dengan Kantor Kelurahan Brumbungan untuk memberikan pemahaman praktis kepada para pelaku UKM mengenai pengelolaan pinjaman modal secara lebih terencana.

Ketua Tim PkM, Guruh Mulia Widayat, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan sekaligus membekali pelaku UKM dengan keterampilan dalam menghitung dan mempertimbangkan skema kredit usaha.

Melalui penggunaan Microsoft Excel dengan metode anuitas, peserta diperkenalkan pada cara menghitung besaran angsuran secara sistematis serta mengukur kemampuan membayar kewajiban pinjaman atau repayment capacity.

“Langkah praktis ini sangat krusial untuk mencegah risiko gagal bayar serta menjaga stabilitas arus kas usaha di masa mendatang,” jelasnya.

Baca Juga:  Cegah Kekerasan Seksual pada Anak, BKKBN Riau Laksanakan Kick Off Meeting Pancasila Dalam Tindakan

Menurut Guruh, pemanfaatan teknologi kalkulasi digital diharapkan mampu mengubah pola pengelolaan keuangan UKM yang selama ini masih dilakukan secara konvensional menjadi lebih akuntabel, terukur, dan terencana.

Dengan kemampuan tersebut, pelaku usaha diharapkan lebih siap menghadapi dinamika layanan perbankan maupun perkembangan pasar modern, khususnya ketika mempertimbangkan pengajuan pinjaman untuk pengembangan usaha.

“Melalui pelatihan simulasi anuitas berbasis Excel dan pendampingan ini, kami berharap para pelaku UKM di Kelurahan Brumbungan memiliki tolok ukur yang rasional dalam mengambil keputusan pinjaman modal, sehingga kesehatan finansial dan keberlangsungan bisnis dapat terjaga secara mandiri,” ungkap Guruh.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah pelaku UKM aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait cara menghitung angsuran, menentukan suku bunga, hingga melakukan simulasi beban cicilan berdasarkan kondisi pinjaman yang sebenarnya.

Baca Juga:  Pantau Posko Mudik, Wali Kota Semarang Pastikan Pelayanan Berjalan Lancar

Interaksi tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan peserta terhadap materi yang disampaikan. Mereka menilai keterampilan menghitung kemampuan bayar pinjaman sangat bermanfaat sebagai bekal sebelum mengambil keputusan pembiayaan usaha.

Para peserta juga berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan melalui pendampingan praktik secara langsung (hands-on). Dengan demikian, mereka dapat menyusun model keuangan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing usaha.

Melalui kegiatan ini, USM berharap literasi keuangan pelaku UKM semakin meningkat sehingga mereka mampu mengelola modal, merencanakan pembiayaan, serta menjaga keberlanjutan usaha secara lebih mandiri dan profesional.***(bgy)