Mahasiswa Ilkom USM Gelar Kampanye Budaya Melukis Topeng Sekartaji di CFD Simpang Lima Semarang

Picture1
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Melestarikan budaya bangsa adalah kewajiban setiap warga Negara yang memilikinya, dan warisan budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang adalah suatu kebanggaan yang dimiliki oleh setiap bangsa di dunia, seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang dalam Campaign yang berjudul MELODI: Menghidupkan Lukisan Topeng Sekartaji khas Malang, di Car Free Day Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu (16/6).

Baca Juga:  Tim PkM Universitas Semarang Beri Penyuluhan Hukum Tentang Kenakalan Remaja di Era Digital

Campaign yang menjadi luaran mata kuliah Komunikasi Antar Budaya itu dirancang untuk memperkenalkan budaya-budaya yang ada di Indonesia serta untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat betapa pentingnya melestarikan budaya yang dimiliki.

Ketua Pelaksana, Muhammad Dhiva menyampaikan segmentasi campaign secara menyeluruh semua generasi dan semua usia dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya.

Baca Juga:  Gapeka 2025: KA Kedungsepur Hadir dengan Rangkaian Baru, Kapasitas Lebih Meningkat

“Campaign budaya bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya melestarikan dan menghargai warisan budaya. Hal ini dilakukan untuk mencegah pudarnya nilai-nilai budaya tradisional.” ungkap Dhiva.

Sebanyak 25 Masyarakat mengikuti campaign ini, Masyarakat diajak untuk melukis serta melakukan tanya jawab mengenai Sejarah dari budaya Topeng Sekartaji ini, ada salah satu Masyarakat yang baru mengetahui bahwa ada budaya yang Bernama Topeng Sekartaji. Campaign ini menjadi Langkah positif untuk menyadarkan Masyarakat tentang pentingnya melestarikan kebudayaan.

Baca Juga:  Peduli Perubahan Iklim, Rez Hotel Semarang Sukses Gelar Earth Hour

Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, Masyarakat dapat meningkatkan rasa peduli dan kesadarannya terhadap budaya peninggalan nenek moyang. Dengan hal ini Masyarakat mengetahui budaya yang sebelumnya tidak mereka ketahui, sehingga menimbulkan rasa cinta terhadap budaya yang dimiliki.