Pupuk Indonesia Niaga Gandeng Disabilitas dalam Coffee Connections

WhatsApp Image 2024-08-08 at 19.35.40
Bagikan:

JAKARTA (Harianterkini.id) – Untuk meningkatkan produktivitas kaum disabilitas Pupuk Indonesia Niaga melalui Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) menggelar “Coffee Connections” yaitu program dengan tujuan untuk memberdayakan kaum disabilitas melalui pelatihan barista disabilitas.

Pelatihan “Coffee Connections” diselenggarakan secara luring pada tanggal 22-24 Juli 2024 di Jakarta, berkolaborasi dengan Alunjiva Indonesia sebagai pelaksana program. Tercatat 5 disabilitas dari kategori tunarungu, tunanetra, dan tunadaksa yang terpilih melalui sistem seleksi secara tertulis dan wawancara.

Baca Juga:  Wal Kota Agustin: Gerakan Wegah Nyampah Wujud Sinergi Masyarakat Jaga Bumi di Kota Semarang

“Pada proses pendaftaran kami membuka pendaftaran bagi penyandang disabilitas di area Jabodetabek yang berminat di bidang kuliner. Pendaftaran ini dibuka untuk mencari peserta yang ingin mengikuti pelatihan barista disabilitas pada program Coffee Connections.” Ujar Fany Efrita, Co-Founder Alunjiva Indonesia.

Setelah proses pendaftaran berlangsung, kemudian dilakukan tahapan screening dan assessment. Dalam tahap ini, calon peserta yang telah mendaftar akan terkurasi sesuai dengan requirement program. Pada tahap akhir pendaftaran ini, peserta yang lulus dari tahapan screening dan assessment akan diwawancarai untuk mengetahui apakah jawaban yang diisi oleh calon peserta sudah sesuai dan juga untuk mengetahui kesediaan serta komitmen mereka untuk mengikuti program tersebut.

Baca Juga:  KAWAH Se-Indonesia Dorong Herry Darman Maju Jadi Kepala BP2MI

Pada tahap pelatihan barista disabilitas mengikuti pelatihan dasar kopi, pembuatan espresso dan dilanjutkan dengan praktek.
Shinta Martani Sekper PI Niaga mengatakan bahwa peserta juga mendapatkan pemahaman, kemampuan dan perhitungan modal usaha kopi. “Kami juga akan memberikan stall coffee kepada peserta terpilih dimana hal tersebut untuk mendukung dan meningkatkan UMKM dan pemberdayaan disabilitas yang berada di sekitar Jakarta.”

Baca Juga:  Bahas Keselamatan Kerja, SKK Migas Kumpulkan Pimpinan KKKS

Para peserta akan mendapatkan pendampingan offline selama 3 (tiga) hari dengan tujuan agar peserta mampu membuat kopi dan menjual produk kopi tersebut. Peserta juga akan mendapatkan sesi mentoring, serta mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan para barista pengajar.