Kesadaran Masyarakat Pekanbaru Rendah, Capaian Vaksinasi Polio 18 Persen

73275-news-kesadaran-masyarakat
Bagikan:

PEKANBARU (Harianterkini.id) – Pencapaian vaksinasi Polio masih sangat rendah di Pekanbaru. Hal ini disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat membawa anak-anaknya untuk mengikuti vaksinasi Polio yang fasilitas kesehatan.

“Capaian vaksinasi Polio memang belum mencapai target. Dari 95.000 orang sasaran, vaksinasi Polio baru mencapai 18 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Dokter Zaini Rizaldy, Selasa (18/4).

Baca Juga:  Sido Muncul Dorong Saintifikasi Jamu, Herbal Siap Masuk Layanan Kesehatan Modern

Vaksinasi Polio ini digelar Dinkes secara massif karena ada Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Provinsi Aceh. Sehingga, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Riau diminta melakukan program Crash Polio.

“Saat ini, kami sudah memasuki tahap kedua vaksinasi Polio. Karena, tahap pertama vaksinasi Polio belum mencapai target,” ujar Dokter Bob, sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Hormati Proses Hukum, Tegaskan Pembangunan Jalan Jangli–Undip Sesuai Aturan

Pada tahap kedua ini, ternyata vaksinasi Polio baru mencapai 18 persen. Akhirnya, Dinkes melakukan evaluasi pencapaian vaksinasi Polio ini. Dinkes Pekanbaru juga berkoordinasi dengan Dinkes Riau, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan WHO (organisasi kesehatan dunia).

“Kami tidak mengetahui kenapa masyarakat kurang berminat mengantar anaknya untuk vaksinasi Polio. Hal ini terbukti di beberapa tempat yang kami siapkan seperti posyandu, puskesmas, dan rumah sakit,” ucap Dokter Bob.

Baca Juga:  Sragen Sasar Sebanyak 95.231 Anak Pada Kegiatan Sub-PIN Polio

Ternyata, balita yang divaksin Polio sangat sedikit. Padahal, Dinkes juga sudah membuka vaksinasi Polio di mal dan tempat wisata.

“Namun, partisipasi masyarakat ini yang kurang,” sebut Dokter Bob.