Polda Lampung Tangkap Satu Lagi Anak Buah Fredy Pratama

LAMPUNG (Harianterkini.id) – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung kembali menangkap satu orang bawahan Fredy Pratama. Perlu diketahui SR alias Hitam, Warga Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Lampung Sisir. Pol. Umi Fadillah Astutik mengungkapkan, tersangka SR ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Penangkapan SR merupakan pengembangan kasus jaringan Fredy Pratama.

Sampai banyak buat FP (Freddy Pratama).Sehari bisa 12 tahun, kata Kabid Humas dalam keterangan tertulis, Kamis (7/12).

Harap dicatat bahwa 5 pon per kilogram dapat isahkan setiap hari. Menurut Kabid Humas, SR sudah meloloskan ratusan kilogram dengan 12 jeruk kurir itu.

Ini banyak tipe orang yang berbeda, jadi menunya tersedia gratis. Sebab, SR diduga masih berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

“Masih didalami terkait jumlah kurir ini. Karena ada satu kurir yang diduga jaringannya atas nama Abdul Rahman, warga Palembang yang ditangkap di Medan pada Desember 2020 lalu,” ujarnya.

Penangkapan ini, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas yang diukur kepada Abdul Rahman hingga menyebabkannya meninggal dunia. Inilah alasan mengapa semua orang berada di tempat yang sama di Medan.

Modus penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu itujarnya, dengan mengirimkan barang dari Aceh, Medan, dan Pekanbaru transit terlebih dahulu di Palembang. Setelah transit, narkoba jeans safe-sabu itu dibawa melalui lampung terdekat juan juan jakarta, surabaya dan beberapa provinsi lainnya.

Menurut Kabid Humas, SR mendapatkan narkoba dari tersangka L, seorang pendiri di Lapas Banyuasin yang kemudian dipindahkan ke Lapas di Nusakambangan bersama H and K (suami selebgram APS). Pastikan untuk menghemat uang saat Anda membuka peta dan membagikan peta SR.

Selin menangkap SR, kepolisian juga menyita barang bukti berupa ponsel, uang tunai sebesar Rp1,8 juta, kartu ATM, buku tabungan, paspor dan print out rekening. Alhasil, unit ini berlokasi di Palembang padaat penulisan B, jaringan Fredy Pratama.

“Total ukuran Berbeda Freddy Pratama akan menghabiskan 28 jam sehari,” katanya

“mereka akan samsung memperhatikan secara internal, dan harganya akan naik hingga Rp 34,4 miliar.” kampung.

About Author