Jajanan Arum Manis Jadi Primadona di CFD Semarang, Dagangan Ludes Sebelum Pukul 09.00 WIB
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Imam Bardjo, Pleburan, Semarang, Minggu (5/7/2026), semakin semarak dengan ramainya pengunjung yang mengerumuni lapak penjual arum manis.
Jajanan tradisional berbahan gula itu menjadi salah satu favorit anak-anak, remaja, hingga mahasiswa yang menikmati akhir pekan di kawasan tersebut.
Arum manis dengan aneka bentuk boneka yang lucu menjadi daya tarik tersendiri. Selain rasanya yang manis, tampilannya yang unik serta harga yang terjangkau membuat jajanan ini selalu diburu pengunjung CFD.
Di antara para pembeli terlihat sejumlah mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Semarang (USM).
Mereka tidak hanya membeli arum manis, tetapi juga melakukan wawancara dengan pedagang sebagai bagian dari tugas Mata Kuliah Jurnalistik Pariwisata yang diampu Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si.
“Saya beli arum manis karena bentuk bonekanya lucu sekali. Sekalian saya bertanya kepada pedagang tentang pengalaman selama berjualan di area CFD,” ujar salah seorang mahasiswa.
Salah satu pedagang arum manis, Siti Fatonah, mengaku telah berjualan selama tiga tahun di kawasan CFD Semarang.
Menurutnya, lokasi tersebut menjadi tempat yang menjanjikan karena setiap Minggu dipadati masyarakat yang berolahraga maupun menikmati suasana pagi bersama keluarga.
“Jualan di sini menguntungkan karena belum banyak yang menjual arum manis. Anak-anak suka karena bentuknya lucu, apalagi mereka memang senang jajanan yang manis,” katanya.
Ia mengatakan, pada hari-hari ramai dagangannya kerap habis terjual sebelum pukul 09.00 WIB. Untuk satu bungkus arum manis ukuran besar dijual seharga Rp25.000, sedangkan ukuran reguler dibanderol Rp20.000.
“Alhamdulillah, hari ini pembelinya ramai. Sebelum pukul 09.00 WIB dagangan sudah habis,” ungkapnya.
Selain berjualan setiap Minggu di kawasan CFD, Siti juga melayani pembelian dari rumah setiap hari. Usaha tersebut terus ia tekuni sebagai salah satu sumber penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia berharap usahanya terus berkembang dan semakin banyak diminati masyarakat. Di sisi lain, ia juga berharap biaya retribusi bagi pedagang kecil dapat lebih terjangkau.
“Saya berharap jualan tetap ramai sehingga bisa menambah penghasilan keluarga. Kalau bisa biaya retribusinya jangan terlalu mahal agar lebih meringankan pedagang kecil,” tuturnya.***(bgy)
