Mahasiswa KKN Universitas Semarang Latih Warga Rejosari Buat Paving Block Dari Limbah Plastik

InShot_20250527_214548412
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IV Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan pembuatan paving block dari limbah sampah plastik kepada warga Kelurahan Rejosari, belum lama ini.

Kegiatan itu tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa dan dosen pendamping, tetapi juga melibatkan Kepala Kelurahan Rejosari, serta para pengurus dan penggerak Bank Sampah setempat serta Mahasiswa International Mobility dari Central Luzon State University.

Dosen Pendamping Lapangan, Sinta Pramucitra mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari tema KKN tahun ini yang mengangkat isu kebencanaan dan sosial ekonomi.

Baca Juga:  ‎Retno Peserta Lomba Nyanyi Lagu Jawa Campursari Purworejo Expo 2025 Hipnotis Penonton Dengan Penampilan dan Suara Merdunya

Melalui inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block, program ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap dua permasalahan sekaligus yakni pengelolaan sampah dan peningkatan ekonomi warga.

Sinta berharap, program tersebut bisa berdampak jangka Panjang.

”Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di lapangan, tetapi juga memberi kontribusi nyata kepada masyarakat,” kata Sinta.

Baca Juga:  Kunjungi Dua Perusahaan, Nana: Perusahaannya Sehat dan Berikan Perhatian kepada Karyawan

“Paving block dari limbah plastik ini tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga bernilai ekonomis. Kami berharap, warga bisa memproduksi dan menjual paving block ini, sekaligus membantu mengatasi masalah genangan air di wilayah Rejosari,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat dapat melahirkan solusi inovatif yang bermanfaat secara sosial dan ekonomi.

Baca Juga:  Kajati Jateng Ponco Hartanto Lantik Asisten, 11 Kajari dan 1 Kordinator

Sementara itu, Kepala Kelurahan Rejosari, Ema Nurhayati, S.E., M.M. memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

”Kami menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan kebutuhan masyarakat Rejosari, khususnya dalam upaya pengurangan sampah plastik dan penanganan genangan air yang masih terjadi di beberapa titik,” ucap Ema.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap ibu-ibu pengurus Bank Sampah bisa mengembangkan produk ini dan menjadikannya sebagai sumber ekonomi baru,” ungkapnya.***(bgy)