Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional, Semarang Tawarkan Wisata Religi dan Jejak Peradaban Islam

InShot_20260426_085228868
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.

Selain menyiapkan berbagai venue perlombaan dan layanan hospitality bagi ribuan peserta dari seluruh Indonesia, Pemkot Semarang menggandeng Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) untuk menghadirkan program heritage tour wisata religi.

Program tersebut dirancang menjadi bagian dari pengalaman peserta dan tamu selama berada di Kota Semarang, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya kota tersebut.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang syiar Al-Qur’an, tetapi juga momentum untuk mengenalkan sejarah panjang peradaban Islam dan wajah toleransi yang tumbuh di Kota Semarang.

Baca Juga:  Sambut Libur Panjang Juni 2025, KAI Daop 1 Jakarta Jalankan 9 KA Tambahan

“Semarang adalah kota yang dibangun oleh banyak peradaban. Melalui heritage tour religi ini, kami ingin para tamu MTQ pulang membawa cerita tentang jejak ulama, sejarah penyebaran Islam, dan semangat kerukunan yang hidup di Kota Semarang hingga hari ini,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu,  Senin, 1 Juni 2026.

Dalam program yang disiapkan bersama ASITA tersebut, peserta akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi religi dan situs bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perkembangan Islam di Semarang.

Destinasi yang masuk dalam paket wisata antara lain Makam Sunan Terboyo, Makam KH Sholeh Darat, Makam Ki Ageng Pandanaran, dan Masjid Kauman Semarang.

Baca Juga:  Hotel Ciputra Semarang Gelar Berbagi Berkah Ramadan Bersama Anak Panti Asuhan dalam Peringatan Nuzulul Quran

Tidak hanya wisata religi Islam, ASITA juga menyiapkan paket wisata heritage yang menghubungkan sejumlah ikon bersejarah Kota Semarang, seperti kawasan Kota Lama, Lawang Sewu, Gereja Blenduk, hingga Pura Agung Giri Natha.

Paket tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keberagaman budaya dan kehidupan beragama yang harmonis di Kota Semarang.

Persiapan program wisata tersebut menjadi bagian dari strategi hospitality MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang menempatkan pengalaman budaya sebagai salah satu aspek penting dalam pelayanan kepada peserta dan tamu.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Berikan Apresiasi Kegiatan Fashion Show Batik Nusantara di Lapas Perempuan

Sementara itu, pelaksanaan MTQ Nasional XXXI akan memanfaatkan berbagai venue yang tersebar di sejumlah lokasi di Kota Semarang.

Beberapa di antaranya adalah Masjid Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Kampus UIN Walisongo Semarang, Universitas Diponegoro, serta sejumlah gedung pemerintahan dan fasilitas publik lainnya.

Melalui kolaborasi dengan ASITA, Pemkot Semarang berharap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI tidak hanya sukses dari sisi perlombaan, tetapi juga mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta dan tamu mengenai Semarang sebagai kota yang menjaga warisan sejarah, memperkuat syiar keagamaan, serta merawat keberagaman dalam semangat harmoni.***