Rektor USM : “Universitas Semarang Unggul Bukan Hanya di Kertas Tapi Harus di Rasa”

InShot_20250729_134713610
Bagikan:

Gathering Universitas Semarang di Yogyakarta. (foto : ist)

YOGYAKARTA, (Harianterkini.id) – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menyatukan HATI, sebanyak 439 dosen dan tenaga kependidikan Universitas Semarang (USM) mengikuti Gathering yang digelar di Hotel Griya Persada Yogyakarta, pada 26 hingga 27 Juli 2025.

HATI merupakan kepanjangan dari Harmoni, Akuntabilitas, Transparansi, dan Integritas. HATI menjadi core values USM sejak empat tahun lalu.

Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T. mengatakan, pihaknya bersyukur keluarga besar USM bisa mengadakan kegiatan bersama melalui gathering.

Semua elemen ikut dalam kegiatan ini mulai dari satpam, petugas gardener, pembantu umum, tenaga kependidikan serta dosen.

Baca Juga:  Pusdalopka dan Pusdalyan, Otak di Balik Kelancaran Operasi Kereta Api

Kegiatan yang mengangkat tema ”Dengan HATI Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi Yang Selalu Unggul” itu dihadiri anggota Pembina Yayayasan Alumni Undip Ir. Soeharsojo IPU serta tamu undangan lain.

”USM Unggul bukan hanya di kertas tapi harus di rasa. Melengkapi USM Unggul ini kami kenalkan Duta USM mahasiswa yang baru terpilih beberapa waktu lalu yaitu Muhammad Abrian Surya Putra dari Program Studi Teknik Sipil dan Siti Rahma Nurfadilah dari Program Studi Pariwisata,” kata Supari.

Baca Juga:  Kelanjutan Kasus Korupsi KONI Kudus, Imam Triyanto Tidak Merasa Tandatangani dan Beberkan Proses Anggaran Cabor Binaraga

”Ke depan silakan media USM ajak duta kampus untuk tampil di media, baik TV maupun radio, saya juga sudah sekian tahun menjadi juri denok kenang di Kota Semarang. Acara ini adalah realisasi dari core values HATI,” imbuhnya.

“Saya yakin jumlah doktor sejak periode kami ini meningkat menjadi dua kali lipat, profesor juga semakin meningkat, gebrakan para dosen agar sekolah S3 dibiayai universitas. Saat ini, biaya artikel internasional juga kita biayai, silakan berkarya dan terbit dimanapun artikelnya, nanti akan dibiayai oleh universitas,” ungkap Supari.

Baca Juga:  Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Semarang Berikan Pemahaman Hukum Kepada Warga Desa Manggarmas Dalam Pengurangan Sampah

Dia menambahkan, HATI harus terasa, tanpa disuruh jika pikirannya untuk kebaikan USM. Saat ini USM menjalin kerja sama dengan asosiasi-asosiasi seperti asosiasi jurnalistik dan lain-lain.

”Kami pandang dosen dan karyawan sebagai aset, mesti kita jaga, kita pelajari, kita perhatikan supaya sense of belonging atau rasa memiliki USM semakin tinggi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan pin core values HATI kepada seluruh agen perubahan USM yang terpilih dari berbagai elemen. ***(bgy)