Dosen FE USM Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan Dasar bagi UKM Batik Tapak Dara Meteseh

InShot_20260515_015611014
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan pengelolaan keuangan dasar kepada anggota UKM Batik Tapak Dara Meteseh, pada 8 Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha mikro, khususnya dalam penerapan pencatatan arus kas (cash flow) sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Aprih Santoso, serta anggota Ardiani Ika, Saifudin, dan Sri Purwantini.

Baca Juga:  Muhammad Javier, Mahasiswa Universitas Semarang Banyak Torehkan Prestasi Lewat Cabang Olahraga Pencak Silat

Ketua tim PkM, Aprih Santoso, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus implementasi literasi keuangan dasar bagi pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan arus kas usaha.

Menurutnya, pencatatan cash flow sangat penting untuk membantu pelaku usaha memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, sehingga kondisi laba dapat diketahui secara lebih jelas, baik dari sisi sumber maupun alokasinya.

“Dengan adanya penerapan pencatatan cash flow, maka forum UMKM dapat memilah antara uang pribadi dan uang untuk usaha, sehingga laba dapat diketahui lebih jelas sumber dan alokasinya,” kata Aprih belum lama ini.

Baca Juga:  Puncak Hari Anak Nasional 2025 di Banyumas, Bersama Lawan Stunting dan Sehatkan Generasi Bangsa

Ia menambahkan, pelatihan ini juga bertujuan membantu pelaku UKM Batik Tapak Dara Meteseh dalam memahami dasar-dasar akuntansi sederhana, termasuk alur uang masuk dan keluar, serta mendorong pengelolaan usaha yang lebih bijak dalam proses produksi maupun pengembangan produk.

Baca Juga:  Wujud Tanggung Jawab kepada Pelanggan, KAI Daop 4 Layani Refund Tiket 4 Ribuan Pelanggan selama Gangguan Imbas Genangan Air di Jalur Semarang Tawang - Alastua

Aprih Santoso berharap, melalui kegiatan ini para pelaku UKM dapat memperoleh tambahan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam mengelola keuangan usaha secara lebih cermat dan berkelanjutan.

Sementara itu, antusiasme peserta terlihat cukup tinggi selama kegiatan berlangsung.

Dari hasil evaluasi, sebanyak 20 peserta mengaku mengalami peningkatan pemahaman terkait literasi pencatatan arus kas dan pengelolaan keuangan usaha setelah mengikuti pelatihan tersebut.***(bgy)