LPPM USM Dorong UMKM di Kampung Tematik TEDUH Nongkosawit Naik Kelas
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Semarang (USM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui program bertajuk ”Peningkatan Penjualan melalui Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial pada VILLEX”, LPPM USM menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Tematik TEDUH (Tematik Ekonomi Terpadu Kepoh), Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Senin, 18 Agustus 2025.
Kegiatan ini dipimpin Ketua Dr. Tatas Transinata, S.Pd., M.Pd., Kusrin, S.T., M.T., anggota Anindya Putri Tamara, S.T., M.P.W.K..
Ketua Tim PkM USM, Ketua Dr. Tatas Transinata mengatakan, program pengabdian tersebut tidak hanya memberikan transfer ilmu, tetapi juga berorientasi pada implementasi langsung, sehingga manfaatnya bisa dirasakan segera oleh para pelaku UMKM di wilayah Nongkosawit.
Program pelatihan itu dilaksanakan dalam tiga tahapan yang sistematis, yaitu survey lokasi dan identifikasi potensi.
Tim melakukan observasi lapangan untuk melihat kondisi nyata UMKM, sekaligus mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan akses pemasaran hingga minimnya pemahaman mengenai digitalisasi.
Selain itu, potensi lokal yang unik di Kampung Tematik TEDUH juga dipetakan agar dapat dikembangkan lebih optimal.
”Kami memberikan pelatihan lapangan dengan memberikan materi ”Strategi Promosi Digital”. Tahap inti kegiatan berupa pelatihan langsung kepada para pelaku UMKM,” ujar Dr. Tatas.
Dalam sesi itu, katanya, peserta dilatih mengenai cara memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, pembuatan konten kreatif, penggunaan fitur-fitur pemasaran digital seperti marketplace dan ads, hingga strategi membangun interaksi yang efektif dengan konsumen.
”Pendekatan hands-on dipilih agar peserta dapat langsung mempraktikkan apa yang dipelajari dengan menggunakan produk masing-masing,” jelasnya.
Dia menambahkan, tahap berikutnya adalah evaluasi dan tindak lanjut. Setelah pelatihan, tim melakukan evaluasi terhadap perkembangan penjualan UMKM yang telah mempraktikkan strategi digital.
”Evaluasi ini menjadi tolok ukur keberhasilan program serta bahan masukan untuk perbaikan dan pendampingan berkelanjutan,” ungkapnya.
Tatas mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat.
”Melalui pengabdian ini, kami berharap UMKM di Kampung Tematik TEDUH bisa naik kelas dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Digitalisasi adalah kunci agar produk lokal bisa bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kusrin, S.T., M.T menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat langsung dalam memecahkan persoalan masyarakat.
”Universitas tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi. Inilah semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kami wujudkan,” ujar Kusrin.
Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini, Kampung Tematik TEDUH Nongkosawit dapat menjadi salah satu contoh sukses pengembangan UMKM berbasis media sosial di Kota Semarang.
”Kami berharap, keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi kampung-kampung tematik lain untuk berinovasi dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai pendorong perekonomian lokal,” tandasnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga dan pelaku UMKM setempat. Banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan penjualan.
Mereka yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan offline, kini mulai memahami pentingnya promosi digital untuk memperluas jangkauan pasar.***(bgy)
